Papua Barat

Polisi Tangkap Penimbun Solar Subsidi, Dijual ke Tambang Ilegal? Masih Didalami

123
×

Polisi Tangkap Penimbun Solar Subsidi, Dijual ke Tambang Ilegal? Masih Didalami

Sebarkan artikel ini

   Kabid Humas dan Direskrimsus Polda Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

Kenali mobil ini jika masuk ke SPBU, tangkinya dimodifikasi untuk pengesian BBM lebih banyak. PAPUADALAMBERITA. FOTO: HUMAS POLDA PAPUA BARAT

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus)  Polda Papua Barat  berhasil mengungkap penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar.

1.260 liter solar berubsidi yang diamankan polisi itu apakah akan dijual pelaku ke penada di lokasi tambang ilegal Kabupaten Pegunungan Arfak danWaserawi itu yang kini didali penyidik Polda Papua Barat.

Kapolda Papua Barat Irjen Pol Doktor Tornagogo Sihombing SIK, MSI melalui Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi SIK, MH menjelaskan dalam penanganan kasus penimbunan solar bersubsidi ini terus ditelusuri hingga ada tersangka-tersangka lainya.

“Akan kami proses sebaik mungkin tentang masalah penyalahgunaan Bahan Bakar Jenis Solar yang di subsidi pemerintah” ujar Kabid Humas.

Menurut Kabid Humas, terkait dugaan apakah solar subsidi digunakan untuk kegiatan pertambangan illegal atau tidak itu belum dapat dipastikan.

‘’Saat ini penyidik masih terus melakukan pendalaman, namun tidak menutup kemungkinan informasi tersebut bisa benar, dan apabila dari hasil pendalaman memang benar BBM subsidi tersebut dipakai utk kegiatan pertambangan illegal di Pegaf dan Waserawi, maka Polda Papua Barat dalam hal ini Ditreskrimsus akan memproses sesuai hukum yang berlaku,’’ sebut Kombes Pol Adam Erwindi.

Lanjut Kabid Humas, bahwa keberhasilan Ditreskrimsus Polda Papua Barat mengungkap tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan solar bersubsidi melalui Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Papua.

‘’Tim berhasil mengamankan seorang laki laki yang kedapatan menyalahgunakan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak jenis solar yang disubsidi Pemerintah,’’ kata Kabid Humas sesuai hasil konfirmasi Dirreskrimsus Polda Papua Barat Kombes Pol Romylus Tamtelahitu.

Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan, perkara penimbunan merupakan penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak jenis solar yang disubsidi Pemerintah. Kejadian terjadi pada Ahad (10/4 2022) di Jalan Trikora Maripi Kel Anday Kecamatan, Distrik Manokwari Selatan, Manokwari.

“Ini merupakan penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak jenis solar yang disubsidi Pemerintah yang melanggar pasal 40 angka 9 Undang-Undang  RI No.11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, perubahan atas Pasal 55 Undang-Undang RI No.22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi,” rinci Kabid Humas.

“Ditreskrimsus telah mengamankan barang bukti  sebanyak 36 buah jerigen isi  35 liter dengan total 1.260 liter  diduga BBM subsidi jenis solar, 1 unit mobil dump truck warna kuning dengan Nomor Polisi PB 9778 M, 1 buah kunci mobil DUMP Truk, 1 Unit Mobil Daihatsu Taff Berwarna Biru Dongker Dengan Nomor Polisi PB 1235 S, 1 buah kunci mobil Toyota taft, 2 Buah Selang minyak yang masing-masingnya memiliki panjang 1,5 Meter dan 1 Buah STNK,” sambung Adam Erwindi.

Adam Erwindi menambahkan, bahwa kronologi kejadian  pada Ahad 10 April 2022 sekitar pukul 09.00 WIT tim Subdit IV Tipidter melakukan patroli di Manokwari saat melintas di depan toko E-Mart terlihat satu unit mobil mobil dump truck berwarna kuning, dimana bak dump truck ditutup dengan terpal biru yang di duga mobil tersebut berisikan BBM.

‘’Kemudian tim Subdit IV Tipidter mengikuti mobil tersebut sampai di depan RS Bhayangkara Polda Papua Barat dan melakukan penghentian, untuk pemeriksaan, setelah diperiksa ditemukan 36 jerigen 35 liter berisikan BBM subsidi jenis Bio Solar,’’ jelas Kabid Humas.

Kemudian Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Papua Barat melakukan pengembangan dan introgasi sehingga mendapat informasi, bahwa BBM tersebut di beli dari orang berinisial AN,  AN mendapat BBM subsidi jenis solar tersebut dari SPBU Sowi dengan cara melakukan pengisian tiap hari di SPBU sejak 27 Maret 2022 – 08 April 2022.

‘’Setiap selesai isi BBM di SPBU langsung dibawa pulang ke rumah untuk selanjutnya dipindahkan ke dalam jerigen dengan menggunan bantuan selang bersama seseorang berinisial JS pemilik kendaraan Toyota taft yang telah dimodifikasi tangkinya untuk memuat lebih banyak BBM,’’ urainya.

Menurut Kabid Humas, Ditkrimsus Polda Papua Barat akan terus melakukan razia penimbun minyak jenis solar, bila ada masyarakat mengetahui penimbunan dapat melaporkan ke nomor pengaduan 110 atau ke Ditkrimsus Polda Papua Barat.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!