fbpx
Kasat Reskrim Polres Fakfak. FOTO: papuadalamberita.com/rico letsoin PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Kasus kekerasan rumah tangga pasangan suami istri berinisial CA (suami) dan WA (istri) yang... Polres Fakfak Limpahkan Berkas Perkara Kekerasan Suami Istri ke Jaksa

Kasat Reskrim Polres Fakfak. FOTO: papuadalamberita.com/rico letsoin

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Kasus kekerasan rumah tangga pasangan suami istri berinisial CA (suami) dan WA (istri) yang berunjung dibalik jeruji besi kini berkas perkaranya sudah dilimpahkan tahap I (satu) di JPU Kejaksaan Negeri Fakfak.

“Berkas perkara kasus “terong” sudah dilimpahkan ke JPU Kejaksaan Negeri Fakfak untuk diteliti,” tutur Kasat Reskrim Polres Fakfak AKP Misbhacul Munir, SIK, saat didampingi KBO Sat. Reskrim, IPDA Slamet Eko, kepada papuadalamberita.com.

Menurutnya, bila nantinya JPU setelah melakukan penelitian berkas perkara dinyatakan lengkap maka penyidik Polres Fakfak akan melimpahkan tersangka dan barang bukti kepada JPU Kejaksaan Negeri Fakfak agar kasusnya dapat diteruskan ke Pengadilan Negeri Fakfak untuk tersangka ini dapat disidangkan.

Namun bila dalam hasil penelitian terdapat kekurangan maka tentunya penyidik akan kembali memperbaiki berkas perkara sesuai dengan petunjuk JPU, jelas Kasat Reskrim, Misbhacul Munir.

Dugaan kasusus kekerasan terhadapn rumah tangga pasangan suami istri ini berunjung ke polisi karena dari hasil pengembangan kasus, WA mengakui dihadapan penyidik bahwa dirinya sellau diperlakukan karas dan keras  oleh suaminya bila keinginan suaminya tidak dituruti.

Pengakuannnya bahwa keinginan suaminya dalam kebutuhan suami istri sangat aneh dan kasaar, yaitu suami minta dilayani dengan mengunakan alat bantu.

Atas perlakuaan tidak manusiawi itu WA membuat aduan ke polisi. CA kini berstatus tersangka dan menginap di balik jeruji besi sel Polres Fakfak. CA dijeratan dengan pasal 46 jo. pasal 44 UU nomor 23 tahun 2004, tentang kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (RL 07)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!