
PAPUADALAMBERITA.COM.
JAKARTA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat
Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa Polri telah mengamankan lebih
dari 20 orang yang diduga pelaku provokator dalam aksi unjuk rasa massa di
depan Gedung Bawaslu RI yang kemudian berujung ricuh, Selasa (21/05) malam
hingga Rabu dini hari.
“Saat ini aparat kepolisian sudah mengamankan lebih dari 20 orang yang
diduga pelaku provokator dan melakukan tindak pidana lainnya,” kata
Brigjen Dedi saat dihubungi, Jakarta, Rabu.
Menurut dia, para pelaku provokator adalah massa yang berasal dari luar
Jakarta. Mereka saat ini ditahan di Polres Metro Jakarta Pusat untuk dimintai
keterangan.
“Kami sudah sampaikan jauh-jauh hari bahwa akan ada pihak ketiga yang akan
memanfaatkan situasi unjuk rasa tersebut. Oleh karenanya kami minta masyarakat
agar tidak terprovokasi,” katanya.
Terkait dengan video viral di media sosial yang memperlihatkan ditemukannya
beberapa selongsong peluru dalam kerusuhan. Pihaknya meragukan bila selongsong
tersebut milik Polri. Pasalnya anggota Polri yang ditugaskan mengamankan unjuk
rasa di Bawaslu tidak dilengkapi dengan senjata api.
Namun, saat ini, Polri masih mengecek kebenaran video tersebut.
“Bahwa aparat keamanan dalam pengamanan unjuk rasa tidak dibekali dengan
peluru tajam dan senjata api,” katanya.(antara/pdb)













