OlahragaPapua

PON XX Papua: Usai Dulang Emas di Kota Tambang, Prajurit Cantik Back to Basic

319
×

PON XX Papua: Usai Dulang Emas di Kota Tambang, Prajurit Cantik Back to Basic

Sebarkan artikel ini

Pejudo Putri asal Provinsi Bali, Ni Kadek Anny Pandini menyambet medali emas pada PON XX Papua 2021. PAPUADALAMBERITA. FOTO: ELFIRDA/HUMASPPM

Pejudo Putri asal Provinsi Bali, Sertu Ni Kadek Anny Pandini berdinas di Kodam IX/Udayana Bali yang menyambet medali emas pada PON XX Papua 2021. PAPUADALAMBERITA. FOTO: NUSABALI.COM/ISTIMEWA

PAPUADALAMBERITA.COM. TIMIKA – Potongan rambutnya modis, dan stylish (luwes, red) ikut mempermanis wajahnya, semanis prestasi di cabang olahraganya sekaligus menggambarkan penampilannya sebagai seorang prajurit terlatih terlihat jelas, Ia adalah Sersan Satu (Sertu) Ni Kadek Anny Pandini.

Anak ke dua dari tiga bersaudara yang terlahir dari pasangan I Wayan Sarjana dan Ni Desak Putu Redini adalah prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) berdinas di satuan Jasdam Kodam IX/Udayana, Bali.

Diusia 28 tahun, Ni Kade Anny Pandini sebagai duta olahraga dari Provinsi Bali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Dari kota tambang, Timika Papua pejudo yang turun di kelas 57 Kg putri berhasil mendulang medali emas setelah mengalahkan Hanifa Fitrian Hadaiyani pejudo asal Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Kamis, (30/9/2021) yang dihelat di Venu Cabang Olahraga Judo di Graha Eme Neme  Yauware, Timika Papua.

Capaiaan prestasi darah kelahiran Denpasar 10 Mei 1993 dengan torehan membagakan pada PON XX Papua 2021 memperpanjang koleksi pundi-pundi emas, yaitu tiga medali emas, satu perak pada cabang judo di setiap gelaran PON.

Berhasil berdiri di podium sebagai number one dengan menyabet emas di Kota Tambang Timika, prestasi prajurit berparas manis sebagai kado terkahir untuk Provinsi Bali, Ia ingin kembali beraktivitas dengan ruitinitas sebagai seorang prajurit TNI, back to basic.

 Ni Kadek Anny pandini yang juga anak seorang prajurit TNI memutuskan pamit dari dunia olahraga bela diri judo.

Humas PPM PB PON Sub Mimika dalam press release, menyebutkan Ni Kadek mengisahkan kecintaannya akan dunia judo datang dari adik kandungnya. Berlatih judo ingin melindungi diri sendiri tanpa bermimpi bisa menjadi atlet PON yang kini mengantarkan di puncak karir dunia olahraga yang mambagakan.

Awal dirinya menjadi atlet ketika lolos seleksi mengikuti PON XVII di Kalimantan Timur pada tahun 2008 lalu. Saat itu baru berumur 13 tahun masih duduk di bangku SMP.

Berkat ketekunannya berlatih pada PON XVII itu, ia berhasil lolos ke babak final, namun hanya mampu meraih perak.

Kemudian pada PON XVIII di Riau tahun 2012 berhasil meraih medali emas.
Setelah empat tahun kemudian, pada PON XIX di Jawa Barat tahun 2016, Ni Kadek masih kembali mengoleksi emas.

“Ini merupakan emas ketiga yang berhasil saya raih. Saya senang sekali bisa sumbang emas untuk Bali pada PON Papua ini,” tuturnya dalam Press Conference di Graha Eme Neme Yauware.

Medali emas yang diraih Ni Kadek merupakan emas pertama untuk Bali dari cabang olahraga judo.

“Semua lawan berat. Kita persiapannya lama agak mundur setahun, karena pandemi. Jadi persiapannya matang. Apalagi di Papua, saya baru pertama kali ke sini. Dari dulu pengen ke Papua dan akhirnya bisa tanding dan datang di sini,” ucapnya bahagia.

Pejudo Putri asal Provinsi Bali, Sertu Ni Kadek Anny Pandini menyambet medali emas pada PON XX Papua 2021. PAPUADALAMBERITA. FOTO:TNI.MIL.ID/ISTIMEWA

Anak kedua dari tiga bersaudara ini, meskipun baru beberapa hari berada di Tanah Amungsa Bumi Kamoro merasakan sikap ramah masyarakat Papua, tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya.

“Tempatnya indah. Waktu latihan di sini banyak anak kecil yang lihat, ngobrol-ngobrol dan penasaran mau tahu judo. Setiap latihan mereka suka kasih semangat. Terima kasih Papua sudah menyelenggarakan PON untuk kami, akhirnya saya menginjakan kaki di sini,” ungkapnya.

Pahlawan olahraga dari negeri berjulukan the last paradise on earth (surga terakhir di bumi, red) mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Bali beserta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh serta lantunan doa-doa kepadanya dan seluruh tim.

Wanita berambut sebahu ini setelah lulus SMA Tahun 2015 mencoba keberuntungan di dunia militer. Seperti gayung bersambut. Ia lolos mengikuti jejak karir sang ayah. Kini sudah enam tahun menjadi Kowat Angkatan Darat.

“Setelah PON XX Papua saya akan pensiun. Terimakasih banyak. Untuk generasi selanjutnya, kader judo Bali khususnya lampauilah seniormu dan buat sejarah baru untukmu,” tutupnya dengan senyuman manis.(humasppm/elfrida/antonius juma/rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *