Menyapa NusantaraNasional

Program Posyandu Balita oleh Mahasiswa KKN Reguler 139 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Desa Kopeng, Cangkringan

101
×

Program Posyandu Balita oleh Mahasiswa KKN Reguler 139 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Desa Kopeng, Cangkringan

Sebarkan artikel ini

PAPUADALAMBERITA.COM.YOGYAKARTA – Pagi hari di Balai Dusun Desa Kopeng, Cangkringan, suasana tampak hangat dan ramai. Para ibu duduk bersila sambil menggendong anak mereka, menunggu giliran dalam kegiatan posyandu balita. Di tengah aktivitas tersebut, mahasiswa KKN Reguler 139 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta hadir dengan peran aktif, membantu jalannya program sekaligus memberikan sentuhan edukasi yang lebih bermakna.

Mahasiswa KKN terlihat terbagi dalam beberapa peran. Ada yang bertugas di meja pendaftaran, penimbangan, hingga pencatatan hasil pengukuran pada Kartu Menuju Sehat (KMS) dan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Mereka juga membantu menenangkan balita yang menangis saat ditimbang, menunjukkan pendekatan yang humanis dan penuh empati.

Program posyandu ini menjadi salah satu fokus utama pengabdian mereka selama berada di Desa Kopeng. Tidak hanya membantu secara teknis, mahasiswa KKN juga berkontribusi dalam merapikan alur pelayanan. Mulai dari proses pendaftaran, pengukuran berat dan tinggi badan, pencatatan grafik pertumbuhan, hingga pembagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT), semuanya dilakukan dengan lebih terstruktur dan sistematis.

Selain itu, kegiatan posyandu juga dilengkapi dengan sesi edukasi singkat. Dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif, mahasiswa menjelaskan pentingnya gizi seimbang, seperti asupan protein hewani, sayur, dan buah. Mereka juga mengingatkan jadwal imunisasi serta tanda-tanda tumbuh kembang anak yang perlu diperhatikan di rumah. Edukasi ini menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.

Ibu Tri, salah satu warga, menyampaikan bahwa peran posyandu bukan sekedar kegiatan rutinan biasa saja, melainkan kegiatan yang dapat mengedukasi ibu dan bayi akan tumbuh kembang anak.

Sekarang kegiatan posyandu tidak hanya sekadar menimbang, tetapi juga memberi penjelasan. Saya jadi tahu grafik pertumbuhan anak saya masuk kategori apa dan merasa lebih diperhatikan.”

Ketua KKN Reguler 139, Muh. Nauval Zein, menegaskanbahwa ini bukan sekedar menjalankan program semata saja, namun berharap dapat memberikan kontribusi dan dampaknya secara langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin kehadiran kami di Desa Kopeng tidak hanya menjalankan program, tetapi juga benar-benar memberikan dampak. Kami berharap setelah KKN selesai, orang tua tetap menjaga kesadaran untuk memantau tumbuh kembang anak.”

Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa KKN 139 membantu menyusun sistem pencatatan yang lebih rapi dan mudah dipahami oleh kader posyandu. Dengan begitu, program yang telah diperbaiki dapat terus berjalan meskipun masa KKN telah berakhir.

Menjelang siang, kegiatan posyandu mulai usai. Mahasiswa terlihat membereskan alat dan merapikan area kegiatan. Tetapi di balik aktivitas tersebut, tersimpan harapan besar bahwa setiap data pertumbuhan yang dicatat bukan sekadar angka, melainkan indikator masa depan anak-anak Desa Kopeng yang lebih sehat dan berkualitas.

Melalui keterlibatan aktif mahasiswa KKN Reguler 139, posyandu di Desa Kopeng kini tidak hanya menjadi kegiatan rutin bulanan, tetapi juga ruang kepedulian dan edukasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.(rls: tri)

Penulis : Azka Hazimah Aulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *