Papua Barat

Satu Ramadhan, Kultum Perdana Ketua MUI di Masjid Nurul Fatah Reremi

220
×

Satu Ramadhan, Kultum Perdana Ketua MUI di Masjid Nurul Fatah Reremi

Sebarkan artikel ini

Ustadz Ahmad Nausrau saat kultum di Masjid Nurul Fatah, Reremi Manoriang, Manokwari, Ahad (3/4/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

Usai sholat tarawih perdana jama Masjid Nurul Fatah, Rerepi Manoriang Manokwari, Sabtu (2/4/2022)). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Ibadah puasa ramadhan 1443 Hijriah telah dimulai pada Sabtu malam (2/4/2022) dengan sholat berjamah tarawih dan witir.

Menyambut bulan penuh berkah ini, kegiatan rutin selain buka puasa bersama yang digelar setiap pengurus masjid, adalah kuliah tujuh menit (kultum) saat sholat tarawih dan sholat subuh.

Pengurus Masjid Nurul Fatah Reremi Manoriang, Manokwari Papua Barat telah memulai sesuai pengumuman hasil sidang isbat penentuan 1 Ramadhan oleh Kementrian Agama RI, yaitu sholat taraweh di Sabtu malam, dan ibadah puasa di Ahad (3/4/2022).

Seusai sholat subuh berjama di Masjid Nurul Fatah, Ahad pagi tadi, Ustadz Ahmad Nausrau, SPDI, MM memberikan siraman rohanu pada jama masjid Nurul Fatah.

‘’Hari ini kita memasuki hari pertama bulan suci Ramadan, Insya Allah Ibadah ibadah kita diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala amin amin ya robbal alamin,’’ ujar Nausrau membuka ceramahnya.

Ketua MUI Papua Barat ini menjelaskan, bahwa Islam itu artinya patuh, tunduk, isalam juga bermakna orang yang pasrah, orang yang tunduk, orang yang taat.

‘’Hai orang yang beriman masuklah kamu ke dalam islam secara keseluruhan, maka orang yang ber Islam itu disebut muslim, artinya orang yang taat, maka Allah beritahu kepada kita masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, yang  artinya kita mempelajari ajaran islam itu tidak boleh setengah-setengah harus total,’’ ucap Nausrau.

Sholat tarawih perdana jama Masjid Nurul Fatah, Rerepi Manoriang Manokwari, Sabtu (2/4/2022)). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

Kata Dia, Manusia diperintahkan Allah subhanahu wa ta’ala ke dalam Islam secara sungguh-sungguh, maka setidaknya ada empat alasan wujud ketaatan pada Allah SWT.

‘’Pertama ciri-ciri orang yang taat, orang yang tunduk kepada Allah Subhanahu wa ta’ala sebagai seorang muslim ketika disebut nama Allah maka  bergerak hatinya. Ketika ayat-ayat Allah itu disebutkan ketika nama Allah disebutkan bergetar jiwa hati, bertambah keimananya,’ ujarnya.

Maka, ketika ada seruan dari Allah, misalnya panggilan suara Azan, maka harus memenuhi panggilan itu, melaksanakan perintah-perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita tinggalkan semua aktivitas kita untuk memenuhi panggilanitu, tetapi ketika nama Allah disebutkan hati kita belum bergetar berarti keimanan kita perlu diberbaiki.

Yang kedua, sabar atas musibah, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menaikan derajat seseorang maka satu-satunya jalan dengan diuji keimanannya, ketika sesorang melewati ujian itu maka derajatnya diangkat.

Maka memasuki puasa ujian atas kesabaran, bagaimana ketika puasa kita disuruh menahan lapar, tidak boleh makan dan minum sejak terbit fajar sampai terbenam matahari, dan juga menjaga lisan, hati kita gerakan kita semua betul betul dijaga, supaya puasa kita mengakangkat derajat, apalagi kalau kita sudah sabar menjalankan perintah Allah.

Dan yang ketiga adalah sholat, sholat itu baik ibadah-ibadah lainnya juga baik diterima Allah subhanahu wa ta’alat, tetapi ketika sholat tidak diterima Allah, maka ibadah-ibadah lain juga tidak diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

‘’Jadi salat itu adalah barometer atau ukuran perbedaanantara seorang muslim dan orang laini tu adalah sholat, penghuni neraka disiksa Allah karena tidak melaksanakan sholat, sholat itu menjadi wasilah untuk memohon pertolongan dari Allah subhanahu wa ta’ala,’’ pesannya.

‘’Yang  terakhir adalah memperbanyak infaq dan sedekah, kandungan dalam Qs Al Baqarah menjelaskan tentang perumpamaan yang disebutkan Allah tentang keutamaan menginfaqkan hartanya (bagi mereka yang berpunya) di jalan Allah maka akan dilipatgandakan pahala pada mereka yang ikhlas melaksanakannya,’’ wasallamuallaikum waraohmatuallahhi wabaraktu, ujarnya mengakhiri kultu.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *