Papua Barat

Replika Kasuari yang Hilang Telah Dipasang, Jangan Curi Lagi ya!

641
×

Replika Kasuari yang Hilang Telah Dipasang, Jangan Curi Lagi ya!

Sebarkan artikel ini
Tampak dua replika burung kasuari yang masih terbungkus plastik telah dipasang di sayap kanan Kantor Gubernur Papua Barat, Manokwari. Foto: Rustam Madubun/Papuadalamberita

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI — Dua patung replika burung kasuari berbahan tembaga yang sebelumnya hilang dicuri dari sayap kanan halaman Kantor Gubernur Papua Barat di Arfai, Manokwari, kini telah dipasang kembali.

Pemasangan replika burung endemik Papua Barat tersebut rampung sekitar tiga hingga empat hari sebelum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Papua Barat, Otto Parorongan, membenarkan pemasangan kembali replika kasuari tersebut.

“Pemasangan replika itu telah rampung dikerjakan sebelum tanggal 17 Agustus. Pemasangan tersebut dilakukan sekitar tiga hingga empat hari menjelang perayaan hari kemerdekaan,” ujar Otto saat dihubungi papuadalamberita.com. melalui WhatsAppnya, Kamis (20/8/2026).

Tampak dua replika burung kasuari yang masih terbungkus plastik telah dipasang di sayap kanan Kantor Gubernur Papua Barat, Manokwari. Foto: ISTIMEWA

Pantauan papuadalamberita.com di halaman Kantor Gubernur Papua Barat, Kamis, menunjukkan replika kasuari yang baru dipasang tersebut masih terbungkus plastik.

Menurut Otto, replika itu dipesan Pemprov Papua Barat dari luar Manokwari, yakni salah satu sentra kerajinan di kabupaten di Jawa Timur.

Ia berharap replika kasuari yang baru dipasang tidak kembali menjadi sasaran pencurian.

“Jangan dicuri lagi,” ujarnya.

Pemerintah juga mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas umum dan berbagai aset yang berada di wilayah Manokwari dan Papua Barat.

Sebelumnya, dua patung replika burung kasuari dari tembaga di halaman Kantor Gubernur Papua Barat dilaporkan hilang pada awal April 2026.

Dalam kasus tersebut, polisi menangkap dua pegawai honorer yang diduga terlibat pencurian, termasuk pihak yang disebut sebagai penadah.

Namun, perkara tersebut kemudian dihentikan melalui mekanisme restorative justice atas permintaan Pemerintah Provinsi Papua Barat.

Kini, dengan dipasangnya kembali replika kasuari tersebut, Pemprov Papua Barat berharap masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas dan aset daerah agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *