Papua Barat

Sagu Komoditas Unggulan Kawasan Bomberay & Tomage dan Ancaman Masif Hama Babi

217
×

Sagu Komoditas Unggulan Kawasan Bomberay & Tomage dan Ancaman Masif Hama Babi

Sebarkan artikel ini
Tim Ekspedisi Patriot
FGD Tim Ekspedisi Patriot dengan Petani Disrik Tomage, Fakfak - Papua Barat. Minggu (14/12/2025). FOTO : TEP. PAPUADALAMBERITA.COM.

​PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK  – Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan pada Rabu, 19 November 2025, di Kantor Distrik Tomage, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, telah menggarisbawahi potensi besar sagu sebagai komoditas unggulan spesifik lokasi di Kawasan Transmigrasi Bomberay–Tomage. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk menggali aspirasi dan mencari solusi atas tantangan pengembangan komoditas pertanian di wilayah tersebut.

​Tantangan Berat Komoditas Utama :

​FGD yang dihadiri oleh Tim Perancang, lima Kepala Kampung (Wammar, Mbima Jaya, Wonodadi Mulya, Warisa Mulya, dan Wasa Mulya), serta perwakilan petani dan stakeholder kunci, mengidentifikasi sejumlah masalah krusial:

​Padi Gagal Panen: Komoditas utama, padi, mengalami gagal panen pada tahun berjalan. Penyebab utamanya adalah kurangnya perawatan tanaman dan serangan hama wereng serta penggerek batang.

​Hortikultura dan Komoditas Potensial Terancam: Pengembangan komoditas potensial seperti rambutan, kelapa, pisang, lada, mangga, dan jeruk sangat terhambat oleh serangan hama babi yang masif. Salah satu petani bahkan menyebutkan penanaman kelapa harus dilakukan berulang kali karena selalu dirusak oleh hama tersebut.

​Sagu Solusi Pangan Lokal dan Produk Bernilai Tambah :

​Di tengah kegagalan padi dan ancaman hama, komoditas sagu mencuri perhatian dan mendapat respons sangat positif.  ​Prof. Bintoro, selaku narasumber, berhasil memicu antusiasme peserta melalui demonstrasi produk olahan turunan sagu, termasuk beras sagu, nasi goreng sagu, mie sagu, dan pasta sagu.

​”Sagu lebih menjanjikan dibandingkan dengan padi yang terus mengalami gagal panen,” ujar salah seorang peserta, mencerminkan adanya pergeseran pandangan terhadap sagu sebagai komoditas pangan pokok dengan nilai ekonomi tinggi.

​Demonstrasi ini membuka wawasan baru bagi masyarakat mengenai potensi sagu untuk diolah menjadi produk bernilai tambah yang dapat meningkatkan kesejahteraan.

​Optimisme Petani dan Kebutuhan Mendesak :

​Meskipun menghadapi kendala, para petani di Distrik Tomage menunjukkan optimisme yang tinggi. Motivasi dan semangat ini dipandang sebagai modal sosial penting. Namun, keberhasilan pengembangan komoditas sangat bergantung pada pemenuhan kebutuhan dasar berikut:

​1./ Pengendalian Hama : Perbaikan dan penguatan pagar pembatas lahan untuk mengendalikan serangan hama babi.

​2./ Input Pertanian : Ketersediaan pupuk yang cukup dan dengan harga yang terjangkau.

​3./ Pendampingan Teknis : Adanya pendampingan teknis yang optimal dan berkelanjutan dari pihak terkait.

​Kesimpulan dan Rekomendasi Aksi :

​FGD menyimpulkan adanya kesenjangan besar antara potensi komoditas yang dimiliki (termasuk sagu) dengan realita di lapangan, terutama akibat gangguan hama. ​Untuk itu, pengembangan komoditas unggulan di Kawasan Transmigrasi Bomberay–Tomage harus mengadopsi pendekatan yang terintegrasi:

​Tidak hanya berfokus pada pemilihan komoditas (Sagu sebagai prioritas), ​Tetapi juga pada pengendalian hama terpadu, ​Penyediaan infrastruktur pendukung (pagar lahan), ​Ketersediaan input pertanian, ​Serta pendampingan teknis yang intensif dan berkelanjutan.(rls TEP/Editor : Enrico)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *