PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Barat, Drs, H, Ali Baham Temongmere, M.TP mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan menjaga kedamaian di tengah dinamika informasi global dan nasional yang kian kompleks.
Ajakan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat di Mansinam Beach Hotel, Manokwari, Rabu (14/4/2026), yang digelar Polda Papua Barat.

Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Drs H Ali Baham Temongmere, M.TP, memberikan sambutan dalam pertemuan bersama tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat di Mansinam Beach Hotel, Manokwari, Rabu (14/4/2026). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.COM
Dalam sambutannya, Ali Baham menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Papua Barat yang telah menginisiasi pertemuan tersebut sebagai wadah mempererat koordinasi lintas elemen masyarakat.
“Kita bersyukur bisa berkumpul hari ini. Di tengah dinamika informasi yang terjadi, baik di Papua Barat, nasional, maupun dunia yang belum menunjukkan kepastian perdamaian, kebersamaan seperti ini menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ia menilai, perkembangan global saat ini turut berdampak hingga ke daerah, termasuk dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan kebersamaan dan kesadaran kolektif untuk menjaga stabilitas.
Ali Baham menegaskan bahwa visi Pemerintah Provinsi Papua Barat adalah “membangun dengan hati, mempersatukan dengan kasih, menuju Papua Barat yang aman, bermartabat, dan mandiri”.
Menurut dia, nilai-nilai kebersamaan yang tercermin dalam keberagaman, termasuk berbagai salam lintas agama yang hidup di tengah masyarakat, merupakan kekuatan sosial yang harus dijaga.
“Salam-salam itu bisa terjadi apabila kita patuh pada hukum Tuhan, hukum negara, dan hukum adat. Itu yang harus kita junjung tinggi bersama,” katanya.
Selain itu, ia juga meminta dukungan masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional ke-14 yang akan digelar di Papua Barat.
Ia mengungkapkan, kegiatan tersebut diperkirakan akan dihadiri sekitar 8.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kedatangan peserta dijadwalkan mulai 15 hingga 17 Juni 2026, dengan rangkaian kegiatan utama dimulai pada 18 Juni 2026.
“Kami minta dukungan semua pihak, termasuk umat Islam dan seluruh masyarakat, untuk ikut berpartisipasi menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga telah mulai melakukan berbagai persiapan, termasuk koordinasi dengan panitia dan pihak terkait dalam penyediaan infrastruktur pendukung, seperti listrik dan fasilitas umum.
Menurut Ali Baham, dukungan dari pemerintah pusat, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan pasokan listrik selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya percepatan perbaikan infrastruktur jalan, khususnya di wilayah Manokwari, melalui koordinasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi.
Di sisi lain, aspek keamanan juga menjadi perhatian, terutama di sejumlah titik rawan seperti kawasan Pantai Amban. Ia mengusulkan peningkatan patroli keamanan, khususnya pada sore hingga malam hari, menyusul adanya beberapa insiden yang terjadi di kawasan tersebut.
“Ketenteraman dan ketertiban harus menjadi prioritas bersama, apalagi menjelang kegiatan nasional yang akan menghadirkan banyak tamu,” katanya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat sinergi demi mendukung pembangunan Papua Barat yang berkelanjutan.(rustam madubun)













