MANOKWARI, PAPUADALAMBERITA.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat, Drs. Ali Baham Temongmere, MTP, menilai Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengadaan Barang/Jasa Tender dan Non Tender bagi Pelaku Usaha Orang Asli Papua (OAP) sangat penting dan harus dilakukan secara berkelanjutan.
Baca juga: Papua Barat Dorong Kapasitas Usaha OAP Lewat Bimtek Pengadaan
Hal ini disampaikan Sekda yang ditemui wartawan seusai membuka kegiatan Bimtek yang diselenggarakan oleh Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Papua Barat di Hotel Aston Niu Manokwari, Kamis (3/7/2025).

“Acara ini sangat penting karena pengadaan barang dan jasa, selain mengikuti aturan umum secara nasional, juga memiliki kekhususan yang merujuk pada kewenangan otonomi khusus,” ujar Ali Baham kepada wartawan usai membuka acara.
Menurut Sekda, proses pengadaan barang dan jasa saat ini sudah semakin berbasis digital sehingga pelaku usaha harus dibekali dengan pengetahuan dan kemampuan administrasi yang memadai.
“Bimbingan teknis seperti ini sangat penting dan sebaiknya dilaksanakan setiap tahun karena pengadaan barang dan jasa terus mengalami dinamika, apalagi di Papua Barat yang memiliki kekhususan,” jelasnya.
Sekda mengapresiasi Biro Pengadaan Barang dan Jasa yang telah menggagas kegiatan tersebut dan melibatkan asosiasi-asosiasi pengusaha OAP dalam pelatihan.
“Kami memberikan apresiasi kepada Biro Barang dan Jasa serta semua pihak yang berinisiatif melaksanakan kegiatan ini. Ini penting untuk asosiasi pengusaha OAP agar mereka semakin siap bersaing,” katanya.
Ia menambahkan, peserta yang mengikuti Bimtek ini telah melalui proses seleksi dari asosiasi pengusaha OAP yang ada di Papua Barat.
“Harapan kami, ilmu yang diperoleh dalam Bimtek ini bisa disebarluaskan dan menjadi bekal penting bagi para pelaku usaha OAP di lapangan,” sebut Sekda.
Lebih jauh, Sekda menegaskan pentingnya pengadaan barang dan jasa yang tepat waktu, tepat sasaran, serta mematuhi aturan yang berlaku. Menurutnya, hal ini penting untuk menghindari risiko hukum dan menjaga efisiensi penggunaan anggaran.
Sekda juga mengingatkan bahwa kegiatan Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari hasil musyawarah besar asosiasi pengusaha OAP yang sebelumnya telah meminta dukungan pembinaan dari pemerintah.
“Ini sudah kami mulai meskipun belum semua pelaku usaha terlibat, tapi ini langkah awal yang baik,” ujar Ali Baham.
Ia menyebutkan, dari pertemuan sebelumnya antara Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Papua Barat dan Biro se-Tanah Papua, kegiatan ini juga menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di Papua.
“Tanpa pembekalan seperti ini, mustahil tujuan besar bisa tercapai. Saya selalu ingatkan, kalau kita hanya memberikan uang atau makan, mereka hanya hidup sehari. Kalau kita beri peralatan, mereka mungkin bertahan satu tahun. Tapi jika kita memberi ilmu, itu akan melekat sepanjang hidup mereka,” tegasnya.
Belajar dari pengalaman, kata Sekda, pekerjaan proyek pemerintah bersifat musiman karena dalam satu tahun biasanya hanya ada dua kali kesempatan pengadaan, yaitu pada awal tahun dan saat perubahan anggaran.
“Oleh karena itu, pelaku usaha juga harus memikirkan usaha lain di luar proyek pemerintah agar bisa bertahan dan terus berkembang, seperti membuka usaha bengkel atau usaha mandiri lainnya,” katanya.
Menurutnya, usaha-usaha tersebut tidak hanya memberi manfaat ekonomi bagi pelaku usaha, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan membantu mengatasi pengangguran.
“Mitra kita ini pada akhirnya akan membuka peluang kerja bagi banyak orang. Dengan begitu, pengangguran berkurang dan masalah kemiskinan bisa kita atasi bersama,” pungkas Sekda. (rustam madubun)













