PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Bupati Fakfak secara resmi memimpin prosesi serah terima jabatan (Sertijab) sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak.
Acara yang berlangsung di ruang rapat lantai 3 Kantor Bupati pada Rabu (11/3/2026), juga hadir Wakil Bupati Fakfak Drs.Donatus Nimbitkendik, MT dan Sekda Fakfak Drs. Sulaeman Uswanas.
Sertijab ini menandai peralihan tongkat estafet dari Pelaksana Tugas (Plt) kepada pejabat definitif.
Adapun empat pejabat definitif yang resmi mengemban amanah baru tersebut adalah:
1./ Muhammad Taufiq, S.IP., M.Si sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian.
2./ Marhaban Weripi, S.STP., M.Si sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah.
3./ Zulfiqar W. Bauw, SE., M.M sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah.
4./ Drs. Hengky Tetimau, M.Si sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung.
Bupati Samaun Dahlan, dalam sambutannya menegaskan bahwa fokus utama para pejabat baru adalah meningkatkan kinerja secara signifikan.
Samaun pada kesempatan itu juga menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola pemerintahan, terutama pada sektor administrasi dan pengelolaan keuangan yang dinilai masih perlu perbaikan serius.
”Saya ingin sekali memperbaiki jalannya pemerintahan ini agar berjalan dengan baik. Semua yang kemarin-kemarin masih lambat, administrasi tidak beres, terutama pengelolaan keuangan, hari ini saya tekankan untuk segera diperbaiki,” tegas Bupati.
Tak hanya memberi instruksi bagi pejabat yang baru dilantik, Bupati juga memberikan peringatan keras bagi pimpinan OPD yang sudah menjabat selama satu tahun atau lebih.
Menurutnya, proses evaluasi akan terus berjalan demi memastikan tidak ada hambatan dalam percepatan pembangunan.
”Ada OPD senior yang sudah setahun berjalan, memang ada beberapa yang patut saya evaluasi kembali karena kinerjanya masih kurang. Jika dibiarkan, ini akan menghambat percepatan pembangunan kita,” tegas SD sapaan akrabnya.
Menutup pernyataannya di hadapan awak media Bupati meminta seluruh jajaran OPD untuk mampu mengimbangi ritme kerjanya yang cepat.
Samaun mengibaratkan jangan sampai langkah pejabat di bawahnya justru jauh tertinggal di belakang pimpinan.
”OPD harus cepat, harus mengikuti kecepatan saya dalam memimpin. Masa Bupati langkahnya lebih cepat dari OPD? Lari kayak apa? Macam ‘ketinting’ (perahu mesin)? Itu tidak bagus. Mereka harus bisa mengimbangi saya,” pungkasnya dengan nada tegas.
Bupati juga berpesan agar setiap permasalahan teknis sedapat mungkin diselesaikan di tingkat internal OPD melalui kerja tim yang solid, sehingga tidak semua beban persoalan langsung dibawa ke meja pimpinan. (Enrico Letsoin)













