Menyapa NusantaraNasionalPapua

TEP IPB Cetak Keberhasilan Pelaksanaan Program Inseminasi Buatan Sapi di Merauke

270
×

TEP IPB Cetak Keberhasilan Pelaksanaan Program Inseminasi Buatan Sapi di Merauke

Sebarkan artikel ini
Merauke Papua Selatan
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Pertanian Bogor (IPB) Berhasil Laksanakan Program Inseminasi Buatan Pada Sapi di Distrik Semangga, Merauke – Papua Selatan. Jumat (30/10/2026). FOTO: ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. MERAUKE – Tim Ekspedisi Patriot IPB University mencatatkan hasil positif melalui program sinkronisasi birahi dan inseminasi buatan (IB) pada sapi di Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Berdasarkan pemeriksaan kebuntingan menggunakan ultrasonografi (USG) tingkat keberhasilan kebuntingan sapi melalui program inseminasi buatan mencapai 70 persen. Capaian ini menjadi hasil positif yang menunjukkan potensi pengembangan program reproduksi ternak di Kabupaten Merauke.

Pemeriksaan kebuntingan dilakukan untuk mengevaluasi keberhasilan program sinkronisasi birahi dan inseminasi buatan yang sebelumnya dilaksanakan oleh Tim Ekspedisi Patriot IPB. Melalui pemeriksaan USG, status kebuntingan sapi betina dapat diketahui secara lebih akurat sehingga hasil pelaksanaan program dapat dievaluasi sebagai dasar pengembangan strategi reproduksi ternak di Merauke.

Capaian ini menjadi menarik karena keberhasilan inseminasi buatan pada sapi dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kecukupan nutrisi pakan, kondisi cuaca, hingga metode pemeliharaan ternak. Sementara itu, Kabupaten Merauke tengah menghadapi tantangan berupa kemarau panjang yang berpotensi memengaruhi ketersediaan hijauan pakan. Selain itu, sebagian peternak masih menerapkan sistem pemeliharaan ekstensif, yaitu ternak dilepas untuk mencari pakan di padang penggembalaan.

Dalam kegiatan ini, Tim Ekspedisi Patriot IPB berkolaborasi dengan Medik Veteriner Ahli Muda dari Dinas Kesehatan Hewan Dompu, Nusa Tenggara Barat. Keterlibatan tenaga medis veteriner tersebut mendukung pelaksanaan pemeriksaan sekaligus memberikan perspektif teknis dalam mengevaluasi hasil inseminasi buatan.

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Pertanian Bogor (IPB) di Distrik Semangga, Kabupaten Merauke – Papua Selatan. Jumat (30/10/2026). FOTO: ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

Menurut drh. Adis, dalam pers rilis yang diterima papuadalamberita.com.  pada Jumat (30/10/2026), bahwa capaian kebuntingan sapi sebesar 70 persen merupakan hasil positif bagi perkembangan peternakan di Merauke, khususnya Distrik Semangga. drh Adis juga menyoroti pentingnya koordinasi teknis antara tim ekspedisi dan petugas kesehatan hewan setempat dalam mendukung pelaksanaan program.

“Keberhasilan inseminasi buatan yang mencapai 70 persen ini menjadi capaian positif di tengah tantangan peternakan di Merauke. Sinergi antara Tim Ekspedisi Patriot IPB dan Mantri Kesehatan Hewan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan program,” ujar drh. Adis.

Hasil yang dicapai Tim Ekspedisi Patriot IPB ini turut mencerminkan pentingnya pelaksanaan program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat di kawasan transmigrasi. Hal tersebut sejalan dengan arahan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara yang mendorong seluruh peserta Ekspedisi Patriot untuk mengoptimalkan waktu penugasan dan memberikan kontribusi terbaik. Dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat (31/7/2026), Dia menegaskan bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan diharapkan mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya memberikan satu dorongan kepada seluruh peserta Tim Ekspedisi Patriot: bergeraklah setiap hari. Waktu kita terbatas, hanya empat bulan. Berikan totalitas dan lakukan yang terbaik selama berada di kawasan transmigrasi. Harus ada sesuatu yang dikerjakan, ada dampaknya, dan ada manfaatnya,” kata Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman pada Jumat (31/7/2026).

Keberhasilan program ini diharapkan tidak hanya menjadi capaian bagi Tim Ekspedisi Patriot IPB, tetapi juga membuka peluang pengembangan teknologi reproduksi ternak yang lebih luas di Papua Selatan. Hasil yang diperoleh di Distrik Semangga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan strategi pengembangan peternakan yang adaptif terhadap kondisi lingkungan setempat, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas ternak secara berkelanjutan.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *