PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Kepolisian Resor Pegunungan Arfak memastikan penyelidikan atas hilangnya presenter TVRI Papua Barat, Suriyanto Tuwing Idorway alias Yanto Idorway (32), mengarah pada dugaan korban terpeleset dan hanyut di kawasan Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak.
Polisi menyatakan tidak menemukan indikasi bahwa korban hilang di lokasi lain sebagaimana spekulasi yang beredar di media sosial (Medsos).
Kapolres Pegunungan Arfak AKBP Bernadus Okoka mengatakan penyidik telah memeriksa dua rekan korban sebanyak dua kali serta mencocokkan seluruh keterangan mereka dengan dokumentasi di telepon seluler yang merekam perjalanan sejak berangkat dari Manokwari hingga tiba di lokasi wisata.
“Dari hasil penyelidikan sementara, keterangan kedua saksi konsisten. Mereka menyampaikan bahwa korban terpeleset saat berada di kawasan air terjun, kemudian jatuh ke aliran sungai dan hanyut,” kata Bernadus, Kamis (23/7).
Menurut Bernadus, kedua saksi merupakan wisatawan yang baru pertama kali mengunjungi Pegunungan Arfak dan dipandu langsung oleh Yanto.
Ketiganya berangkat dari Manokwari, bermalam di wilayah Oransbari, Manokwari Selatan, lalu melanjutkan perjalanan menuju Kobrey sebelum memasuki kawasan Air Terjun Memti.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.00 WIT saat mereka berada di kawasan air terjun.
Berdasarkan keterangan saksi, Yanto diduga terpeleset ketika berada di sekitar aliran sungai sebelum terseret arus.
Usai kejadian, kedua saksi berupaya mencari korban selama sekitar dua hingga tiga jam. Namun, pencarian tidak membuahkan hasil sehingga mereka kembali ke kampung dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Bernadus mengatakan penyidik juga telah memverifikasi perjalanan ketiga wisatawan melalui foto dan video yang tersimpan di telepon seluler para saksi.
Waktu pengambilan dokumentasi dinilai sesuai dengan kronologi yang mereka sampaikan dalam pemeriksaan.
“Keterangan saksi dan dokumentasi yang ada di telepon seluler menunjukkan kesesuaian waktu dari awal perjalanan sampai di lokasi. Itu memperkuat hasil penyelidikan yang kami lakukan,” ujarnya.
Polisi juga mengungkap adanya saksi lain yang memperkuat keberadaan ketiga orang tersebut menuju Air Terjun Memti.
Seorang perwira Polres Pegunungan Arfak bersama keluarganya mengaku sempat berpapasan dengan korban dan kedua rekannya di persimpangan jalan menuju lokasi wisata.
“Perwira kami mengenali korban sebagai presenter TVRI. Mereka melihat ketiganya masuk ke arah air terjun. Fakta itu mempersempit lokasi kejadian sehingga kecil kemungkinan peristiwa terjadi di tempat lain,” kata Bernadus.
Ia menambahkan, kondisi medan di kawasan Air Terjun Memti menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.
Sungai memiliki arus yang sangat deras dengan kemiringan mengikuti lereng pegunungan serta dipenuhi batu-batu berukuran besar yang membentuk rongga-rongga di bagian bawah.
“Di foto sungainya terlihat kecil, tetapi kondisi sebenarnya debit air sangat deras. Bahkan personel SAR yang menggunakan perlengkapan keselamatan pun hampir terseret arus. Batu-batunya sangat besar sehingga memungkinkan korban tersangkut di sela-selanya,” ujarnya.
Menurut Bernadus, penyidik sempat mempertanyakan lokasi yang ditunjukkan para saksi karena secara visual arus di titik tersebut tidak tampak terlalu deras.
Namun, kedua saksi tetap konsisten menjelaskan bahwa saat kejadian debit air jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi saat olah tempat kejadian perkara dilakukan.
“Kalau mereka hendak merekayasa, mereka bisa saja menunjuk lokasi yang arusnya paling ekstrem. Tetapi mereka justru menunjukkan titik yang sama sejak awal pemeriksaan dan keterangannya tetap konsisten,” kata Bernadus.
Hingga hari keenam pencarian, Yanto masih berstatus hilang. Operasi pencarian dipimpin Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari dengan dukungan personel Polri, TNI, pemerintah daerah, keluarga, dan masyarakat setempat.
Kapolres mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial dan menyerahkan proses pencarian maupun penyelidikan kepada aparat.
“Kami bekerja secara profesional. Apabila masyarakat memiliki informasi atau petunjuk baru, silakan disampaikan kepada penyidik agar dapat kami tindak lanjuti. Untuk sementara, hasil penyelidikan masih mengarah pada dugaan korban terpeleset dan hanyut di kawasan Air Terjun Memti,” ujar Bernadus.(rls/rustam madubun)













