PAPUADLAMBERITA.COM.MANOKWARI – Kolaborasi antara Dosen, Mahasiswa dan Alumni Himpunan Mahasiswa Matematika dan Statistika (HIMMASTA) untuk menghidupkan kembali semangat belajar anak-anak Papua melalui Matematika menghadirkan banyak harapan.
Jurusan Matematika dan Statistika FMIPA UNIPA, hadir langsung di Pondok Baca Senja Papua Cerdas, Sabtu 26 April 2025 menjawab asumsi yang mana Matematika tidak lagi menakutkan melainkan mudah dan menyenangkan.
Koordinator Alumni HIMMASTA sekaligus Ketua Tim PKM, Esther Ria Matulessy, S.Si., M.Si mengatakan bahwa Matematika selama ini kerap menjadi mata pelajaran yang dianggap sulit, kaku, bahkan menakutkan bagi banyak siswa. Mereka cenderung kehilangan minat belajar karena metode pembelajaran yang tidak kontekstual dan minim sentuhan kreatif.
Menurutnya, inilah akar permasalahannya. Matematika yang salah satu ilmu paling penting dalam kehidupan justru menjadi momok yang menurunkan kepercayaan diri anak-anak.
“Kami melihat banyak anak yang punya potensi besar, tapi mereka merasa gagal hanya karena nilai matematika yang rendah. Ini bukan soal kemampuan, tapi soal pendekatan,” ujarnya, Jumat (2/5/2025).
Ester Ria Matulessy, S.Si., M.Si bersama rekannya, Trigarcia M. Randa, S.Si., M.Si, dan Loria Amisah Lubis, S.Pd., M.Si, merancang kegiatan ini bukan sekadar mengajarkan rumus-rumus, tetapi lebih kepada membangun rasa percaya diri dan kegembiraan saat belajar.
Ia mengungkapkan bahwa dengan mengangkat tema “Matematika: Hitung Cepat, Tepat dan Menyenangkan” terbagi dalam dua sesi yakni pertama, pendampingan literasi baca, tulis, dan hitung (Calistung) untuk anak usia dini.
“Disini anak-anak diajak mengenal huruf, angka, dan cara berhitung melalui metode yang menyenangkan dan penuh interaksi,” ungkapnya.
Kedua, lanjut Esther Ria, adalah untuk anak-anak tingkat SMP, yang fokus pada materi matematika dasar seperti bilangan romawi dan pola bilangan. Karena Matematika mudah dan menyenangkan, pihaknya memberikan materi dengan menggunakan alat peraga visual dan pendekatan permainan edukatif agar materi menjadi lebih mudah dicerna dan menarik.
“Kami melihat, anak-anak sangat antusias. Mereka berani maju ke depan, menjawab pertanyaan, dan saling mendukung satu sama lain. Ini pengalaman yang sangat menyentuh,” katanya.
Donasi dan Kebersamaan: Hadiah yang Tak Ternilai
Tak hanya memberikan ilmu, tim PKM juga membawa donasi berupa alat tulis, buku cerita, buku tulis, bahan belajar, dan media edukasi lain yang akan mendukung aktivitas belajar anak-anak di pondok baca. Semua donasi berasal dari inisiatif dan kepedulian dosen serta alumni HIMMASTA.
“Ini bukan sekadar bantuan materi, tapi juga semangat. Kami ingin anak-anak tahu bahwa mereka tidak sendiri, ada banyak orang yang peduli pada pendidikan mereka,” tambah salah satu tim PKM, Trigarcia M. Randa, S.Si., M.Si.
Sementara itu, Ketua Pengelola Pondok Baca Senja Papua Cerdas, Merry C. Rumainum, M.Pd, mengaku terharu atas kehadiran tim FMIPA UNIPA.
“Kegiatan seperti ini adalah oase bagi kami. Anak-anak benar-benar menikmati proses belajar, dan saya percaya dampaknya akan sangat panjang. Mereka jadi lebih berani, percaya diri, dan mulai menyukai matematika,” ucapnya.
Ia juga berharap kegiatan ini tidak berhenti di satu titik melainkan bisa berkesinambungan yang tidak terputus.
“Kami berharap FMIPA UNIPA terus hadir bersama kami. Masyarakat sangat membutuhkan dukungan dari institusi akademik, terutama yang betul-betul hadir dari hati,” ungkapnya.
“Kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di ruang kelas. Ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan kepedulian dan kreativitas, maka lahirlah sebuah pengabdian yang membawa dampak nyata,” pungkasnya. (Penulis: Esther Ria Matulessy, S.Si., M.Si)
















