fbpx
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Papua Barat, Mohamad Lakotani, SH, MSI. FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI– Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Dewan Masjid Indonesia (DMI)... Terkait COVID-19, Lakotani Sebut Imbauan DMI Papua Barat untuk Kepentingan Umat

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Papua Barat, Mohamad Lakotani, SH, MSI. FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI– Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Papua Barat Mohamad Lakotani, SH. M.Si menegaskan bahwa  pandemi COVID-19 penyebarannya cepat dengan mudah pindah dari seseorang ke orang yang lain melalui medium yaitu manusia.

Baca juga: Pemerintah Papua Barat Apresiasi Warga Lakukan Pencegahan Mandiri COVID-19

‘’Sehingga pemerintah dan semua elemen termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan DMI melakukan langkah-langkah imbauan sebagai ikhtiar dan upaya memutuskan  mata rantai penyebaran , dan ini kita membutuhkan bersama-sama,’’ jelas Ketua DMI Papua Barat yang sehari-hari menjabat Wakil Gubernur Papua Barat kepada wartawan, Kamis (2/4/2020) siang di Swiss Belhotel Manokwari.

Penjelasan Ketua DMI Papua Barat terkait ini atas pertanyaa papuadalamberita.com di mana sampai saat ini masih ada beberapa masjid di Manokwari yang masih melakukan sholat jumat dan fardu secara berjamaa di masjid.

‘’Memang seruan itu sifatnya adalah himbauan tanpa disertai sanksi karena namanya juga himbauan, tetapi sekali lagi dibalik itu adalah untuk kepentingan yang lebih luas untuk kepentingan umat,’’ ujar Mohamad Lakotani.

Sebagaimana di ketahui imbauaan DMI Papua Barat merujuk pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, fatwa MUI Pusat yang dirumuskan oleh orang-orang ahli dibidangnya yaitu para alim ulama yang bertujuan untuk kepentingan umat dan orang banyak ketika daerah ditimpa musibah wabah.

‘’Untuk kepentingan keselamatan orang banyak, jadi sekali lagi kita harapkan kerja sama warga, kita lihat di Mekah, Masjidil Haram pun diisolasi, apa pula kita di daerah ini,’’ kkata Lakotani.

Ketua DMI Papua Barat ini mencontokan di beberapa daerah lain di luar Papua Barat Jangan tunggu sampai sudah ada korban baru kita kaget.

‘’Jangan memakai istilah bahwa ini  kan kita datang di rumah Tuhan kemudian pasti kita dilindungi, memang benar Tuhan lindunggi semua umatnya, namun Tuhan juga sudah kasih kita akal, pikiran bahkan petunjuk-petunjuk telah diberikan dalam kitab suci kita masing-masing,  jadi mari kita merujuk ke situ jika ada wabah seperti ini ini langkah-langkah yang diambil agar wabah tidak menjangkiti masyarakat secara luas itulah upaya-upaya yang dilakukan ,’’ sebut Lakotani yang juga Ketua Gerinda Papua Barat.

‘’Toh jika situasi ini (wabah) sudah berangsur-angsur pulih dan kembali normal  Saya kira semua umat dipersilahkan kembali beribadah seperti biasa tanpa ada pembatasan-pembatasan, selama ini kan tidak ada penundaan atau pembatasan, kecuali karena ada virus yang penyebarannya begitu cepat dan dengan mudah berpindah-pindah,’’ ujarnya lagi.

Selaku wakil gubernur, Ia juga mengimbau kepada Orang Dalam Pemantauan (ODP) karena mungkin baru kembali daerah yang lebih awal terpapar COVID-19 untuk menahan diri dan berdiam diri di rumah sesuai petunjukan yang diberikan pusat yauitu 14 hari melakukan karantina mandiri.

‘’Karena bisa saja Dia beraktivitas seperti biasa tanpa ada tanda-tanda sakit dan macam-macam, tetapi dia berpotensi menularkan kepada orang lain, oleh karena itu kami harapkan betul saudara-saudara Kita masyarakat yang kemudian masuk dalam kategori itu atau yang datang dari luar daerah terjangkit untuk bisa melakukan isolasi mandiri sebagaimana imbauan pemerintah selama,’’ tutup Mohamad Lakotani.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!