Papua Barat

Teteskan Air Mata,  Pencipta Lagu Tanah Papua Yance Rumbino: Terima Kasih Pemda Papua Barat  

380
×

Teteskan Air Mata,  Pencipta Lagu Tanah Papua Yance Rumbino: Terima Kasih Pemda Papua Barat  

Sebarkan artikel ini

Pencipta Lagu Tanah Papua Yance Rumbino. PAPUADALAMBERITA. VIDEO: rustam madubun

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI –Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat Anthonius Matius Ayorbaba, SH, MSi telah menyerahkan sertifikat hak cipta intelektual kepada pencipta lagu ‘Tanah Papua” Yance Rumbino (68 tahun).

Diselah acara peringatan HUT KE-21 Provinsi Papua Barat Senin, (12/10/2020) itu Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan juga memberikan uang tunai senilai Rp500.000.000 (lima ratus juta rupiah) sebagai bentuk penghargaan terhadap maha karya Yance Roumbinu atas ciptaan lagu yang kini sangat dikenal dan dipakai warga Papua dan Papua Barat.

Saat penyerahan uang tunai oleh gubernur Papua Barat yang didampinggi wakil gubernu Papua Barat, Mohamad Lakotani SH, MSI, Sekda Papua Barat Nataniel Mandacan, Kepala Kantor Hukum dan HAM Papua Barat, yang disaksikan Pangdam XVIII/kasuari, Kapolda Papua Barat, Yance Rumbino tak kuasa membendung tetesan air mata harunya, sambil menutup mulutnya dengan tangan butiran air mata menetes dengan suara seraknya.

Pensiunan guru SD di pedalaman Papua ini pun menuturkan kisah singkatnya kepada wartawan.

Ia yang didampinggi Kepala kantor Hukum dan HAM Papua Barat di Kantor Gubernur mengatakan, Ia kini bermukim tinggal di Pulau Undi, Biak.

Sangat bersyukur kepada Tuhan atas penetapan hak ciptanya oleh kantor Hukum dan HAM Papua Barat, tak kuasa haru, Yance Rumbino terima kompensasi Rp 500 Juta dari Pemprov Papua Barat.

 Saya menjadi seorang guru sekolah dasar, banyak kesulitan,  saya tidak tahu uang dari mana, tidak tahu makan nasi atau tidak,  tetapi Bagi Tuhan tidak ada hal yang misteri. Saya hanya menikmati  alam pedalaman dengan salju dan minum air dari gunung yang mengalir dan Saya melihat banyak hal

Yang Tuhan ciptakan di atas tanah ini unik unik tetapi di belakang ini ada yang misteri tanpa tahu maksud Tuhan dibalik itu.

 Saya melihat masyarakat dengan memakai koteka dengan umur saya (waktu itu, red) 21 tahun, 10 tahun kemudian saya tinggalkan daerah itu pindah ke Nabire dan satu saat berjalan-jalan kurang lebih 100 km dari Nabire Saya melihat emas keluar dari sungai begitu saja dan saya menjadi saksi hidup bersama istri saya.

 Saya ambil emas itu dari sungai dan saya lemparkan ke hutan Saya bilang cepat atau lambat sungai-sungai di tanah ini akan mengalirkan emas,  dan 10 tahun ini saya luncurkan pada tahun 1985 bulan November saat  Saya berumur 32 tahun.

Dan hari ini saya berumur menjelang 68 tahun suatu penghargaan dari Provinsi Papua Barat di masa lanjut usia yang  sudah tidak kuat pemerintah masih tolong saya,  terima kasih untuk Bapak Anthonius Ayorbaba selaku ka Kanwil Kumham yang menghubungi saya di Pulau Undi. Pulau Undi satu pulau mungil di Padaido Biak.(tam)DARI KIRI: Pencipta Lagu Tanah Papua Yance Rumbino, Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan, Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, SH, MSI saat penyerahan uang tunai senilai Rp 500.000.000 kepada Yance Rumbino, Senin (12/10/2020). PAPUADALAMBERITA. FOTO: rustam madubun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *