Papua Barat

Tiga Warga Maybrat Luka, Kodam Kasuari Pastikan Bukan Luka Tembak

448
×

Tiga Warga Maybrat Luka, Kodam Kasuari Pastikan Bukan Luka Tembak

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau berbincang dengan korban insiden Maybrat saat menjenguk tiga warga yang menjalani perawatan di RSUD Sele Be Solu, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (14/8/2026). FOTO: TIM MEDIA WAGUB PAPUA BARAT DAYA

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Kodam XVIII/Kasuari menyatakan tiga warga mengalami luka dalam dugaan tindak kekerasan oleh orang tak dikenal (OTK) di wilayah Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Kamis (13/8/2026).

Baca juga: 

Kapendam XVIII/Kasuari Kolonel Inf. Daniel Manalu,  dalam siaran persnya mengatakan ketiga korban saat ini telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Selebesolu, Sorong.

“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa tindak kekerasan oleh orang tak dikenal yang mengakibatkan tiga warga masyarakat mengalami luka-luka,” kata Daniel dalam keterangan resmi, Minggu (16/8/2026).

Daniel mengatakan, berdasarkan analisis sementara, luka yang dialami ketiga korban bukan akibat tembakan. Luka tersebut diduga kuat disebabkan oleh senjata tajam.

“Hasil analisis sementara terhadap ketiga korban menunjukkan bahwa luka yang dialami oleh para korban bukan luka tembak, namun kuat dugaan akibat senjata tajam,” ujarnya.

Kodam XVIII/Kasuari juga memastikan tidak terdapat pasukan TNI yang sedang melaksanakan operasi di sekitar wilayah Ainod saat kejadian berlangsung.

“Telah kami pastikan melalui pengecekan awal di lapangan bahwa pada saat kejadian tidak terdapat pasukan TNI yang melaksanakan operasi di sekitar wilayah Ainod,” kata Daniel.

Meski demikian, Kodam XVIII/Kasuari belum menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap fakta sebenarnya.

Daniel menegaskan, seluruh informasi dan keterangan yang diperoleh akan didalami secara objektif agar tidak terjadi kesimpulan yang terburu-buru.

“Kami semua mengutuk tindak kekerasan oleh OTK tersebut yang telah menjadikan warga masyarakat sebagai korban,” ujarnya.

Kodam XVIII/Kasuari menyatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas. TNI dan Polri bersama pemerintah daerah Papua Barat Daya akan terus berupaya menjaga keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Kodam juga mengimbau masyarakat Maybrat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.

“Jangan mudah terprovokasi maupun menyebarkan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya,” kata Daniel.

Menurut dia, situasi keamanan harus dijaga bersama agar tetap aman dan kondusif, khususnya di Kabupaten Maybrat.

Kodam XVIII/Kasuari juga berjanji akan menyampaikan setiap perkembangan penting hasil penyelidikan kepada publik setelah informasi tersebut terverifikasi.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Maybrat untuk tetap tenang. Mari kita jaga Maybrat tetap aman, damai, dan kondusif,” ujar Daniel.

Sebelumnya, wilayah Aifat Timur Tengah juga pernah menjadi lokasi sejumlah insiden keamanan. Pada kejadian sebelumnya, TNI melaporkan adanya penyerangan terhadap prajurit di wilayah tersebut.(rustam madubun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *