PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Tim 13 Ekspedisi Patriot UNHAS menggelar kegiatan pelatihan manajemen pemeliharaan ayam buras bersama anggota kelompok ternak di Kampung Saharey, Kabupaten Fakfak, pada Jumat, 11 September 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota kelompok ternak dari Kampung Weri dan Kampung Saharey. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, mengingat pemeliharaan ayam kampung merupakan salah satu potensi ekonomi masyarakat yang terus dikembangkan.
Dalam pelatihan tersebut, Tim 13 menghadirkan 3 orang narasumber. Dua orang berasal dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak (Perdana Wahyudi Gultom, S.Pt., M.Pt dan Glorria Agnes Noor Hapsari Utami, S.KH), dan satu orang merupakan akademisi dari Universitas Hasanuddin (Andi Muh Fuad Al Kautsar Walinono, S.Pt., M.Si).
Para narasumber menyampaikan materi mulai dari manajemen kandang, pencegahan penyakit, hingga pemanfaatan bahan pakan lokal untuk menekan biaya produksi.
Tim 13 Ekspedisi Patriot UNHAS Menggelar Kegiatan Pelatihan Manajemen Pemeliharaan Ayam Buras Bersama Anggota Kelompok Ternak di Kampung Weri dan Saharey, Distrik Fakfak Timur. Jumat (11/09/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Tim 13 Ekspedisi Patriot, yaitu “Program Pengembangan Pemeliharaan Ayam Buras Berbasis Potensi Bahan Pakan Lokal”. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peternak dalam mengelola usaha ayam buras secara mandiri dan berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di wilayah.
Salah satu peserta menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat karena materi yang diberikan sangat sederhana dan aktual. Diharapkan melalui kegiatan ini para anggota ternak dapat memahami manajemen pemeliharaan ayam buras berbasis rumah tangga dengan pemanfaatan bahan pakan lokal di Weri dan Saharey, sehingga mampu mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi keluarga di tingkat kampung.
“Kami ingin masyarakat Weri dan Saharey bisa memperoleh dampak dari pelatihan ini terutama terhadap SDM mengenai manajemen pemeliharaan ayam buras, dengan begitu ayam buras di sini bisa menjadi penggerak ekonomi keluarga dan mendukung ketahanan pangan di kampung Weri dan Saharey,” ujar salah satu narasumber
Diharapkan melalui pelatihan ini, produktivitas ayam kampung di Weri dan Saharey dapat meningkat, baik dari segi jumlah populasi, kualitas, maupun nilai jual. Ke depan Tim 13 melakukan pendampingan berkelanjutan kepada kelompok ternak.(rls)













