PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Artificial Intelligence (AI) mulai diperkenalkan sebagai alat bantu pengembangan usaha bagi pelaku UMKM di Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Melalui workshop yang digelar Tim Ekspedisi Patriot 4 Universitas Padjadjaran atau Tim Dipsarduta, pelaku usaha tidak hanya dikenalkan pada AI, tetapi juga diajak menggunakannya secara langsung untuk kebutuhan bisnis.
Workshop bertajuk “Pengenalan DIPSARDUTA kepada Pelaku UMKM sebagai Alat Bantu UMKM Naik Kelas” itu berlangsung di Homestay Raihan, Kampung Onim Jaya, Distrik Bomberay, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIT dan berakhir pada pukul 16.00 WIT.
Kepala Distrik Bomberay, Mohamad Heremba, S.AP., membuka kegiatan tersebut. Ia menyebut pemanfaatan teknologi penting bagi pelaku usaha agar tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi mampu mengolah dan menghasilkan informasi untuk mendukung usaha mereka.
“Pelaku usaha di zaman sekarang harus bisa mengakses semua fitur di handphone, tidak hanya sebagai penerima informasi tapi harus bisa juga memanfaatkan bahkan menghasilkan informasi tersebut.”
Peserta kemudian diperkenalkan pada konsep Artificial Intelligence, etika penggunaan AI, hingga teknik menyusun prompt agar dapat menghasilkan keluaran yang sesuai kebutuhan.
Tim Ekspedisi Patriot 4 Universitas Padjadjaran (Tim Dipsarduta) Latih Pelaku UMKM Distrik Bomberay Untuk Kembangkan Usaha Lewat Artificial Intelligence (AI). Minggu (04/10/2026). FOTO: ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.
Namun, materi tidak berhenti pada teori. Peserta langsung mempraktikkan penggunaan ChatGPT dengan memasukkan informasi dasar mengenai usaha masing-masing. Dari informasi tersebut, peserta belajar membuat deskripsi usaha dan menentukan target pasar.
Sesi praktik menjadi salah satu bagian penting dalam workshop karena peserta dapat melihat secara langsung bagaimana AI dapat membantu mengolah informasi usaha menjadi materi yang lebih terarah untuk kebutuhan pemasaran.
Setelah mengenal AI, peserta diperkenalkan pada Dipsarduta.id, platform yang menjadi bagian utama dari kegiatan tersebut. Peserta diarahkan membuat akun pribadi untuk mengakses fitur-fitur yang tersedia.
Dipsarduta.id memiliki hampir 100 fitur yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pengembangan usaha. Dalam workshop tersebut, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan platform untuk membuat logo, tagline, Brand Discovery, serta belajar mengambil gambar dengan teknik fotografi dasar.
Metode workshop yang menggabungkan penjelasan dan praktik membuat peserta lebih aktif mengikuti kegiatan. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi langsung mencoba fitur dan teknologi yang diperkenalkan menggunakan perangkat masing-masing.
Penggerak UMKM Bomberay-Tomage, Sitiyaroh, S.E., M.M., memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan mudah dipahami dan dikemas dengan cara yang menyenangkan.
“Alhamdulillah, hari ini sangat berkesan, materi yang disampaikan juga sangat mudah dipahami dan seru sekali pembawaannya,” ujarnya
Sitiyaroh juga menyebut kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Tim Ekspedisi Patriot 4 dan UMKM Bomberay-Tomage. Dia menilai pendekatan yang interaktif membuat peserta lebih antusias mengikuti kegiatan dan berani menunjukkan kemampuan mereka.
“Mantap sekali kegiatan hari ini, pelaku usaha jadi belajar berbicara, belajar memasarkan produknya dengan berani, dan jadi tahu bahwa ada AI bisa membantu usahanya agar bisa lebih menarik lagi,” ujarnya.
Workshop ditutup pada pukul 16.00 WIT dengan umpan balik positif dari peserta. Melalui kegiatan ini, Tim Dipsarduta mendorong pelaku UMKM di Bomberay untuk mulai memanfaatkan teknologi digital dan AI sebagai bagian dari proses pengembangan usaha.
Bagi peserta, pengenalan teknologi tersebut bukan sekadar memahami cara menggunakan AI, tetapi juga membuka wawasan mengenai bagaimana perangkat digital dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk, mengenali pasar, membangun identitas usaha, dan mendukung pemasaran.(rls)













