PAPUADALAMBERITA.COM.FAKFAK– Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (Unpad) menyiapkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk empat fasilitas publik di kawasan transmigrasi Bomberay-Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung keberlangsungan layanan kesehatan, pendidikan, tempat ibadah, dan penyediaan air bersih bagi masyarakat.
Bantuan yang diserahkan pada Senin (26/10/2026) itu menyasar SMK Negeri 2 Fakfak, Puskesmas Bomberay, Gereja Advent di Kampung Warisa Mulya, serta sumur komunal di Kampung Thessa.
Berdasarkan keterangan Tim Ekspedisi Patriot Unpad pada 28 Oktober 2026, tiga paket PLTS telah tiba dan masih dalam proses pemasangan. Adapun satu paket lainnya masih dalam pengiriman. Dengan demikian, seluruh bantuan tersebut belum beroperasi secara penuh.

Koordinator Tim Ekspedisi Patriot Unpad, Eddy Reynaldi Suryatmana, mengatakan, pengadaan PLTS merupakan bagian dari upaya pemenuhan infrastruktur dasar, khususnya akses air dan energi di kawasan Bomberay-Tomage.
“Pengadaan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya ini merupakan rangkaian dari pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar air dan energi di Kawasan Bomberay-Tomage. Kami ingin memastikan keberlanjutan akses pelayanan publik tidak terhenti akibat kendala pasokan energi,” ujar Eddy.
Ketersediaan energi listrik menjadi salah satu tantangan dalam mendukung pelayanan publik di kawasan tersebut. Sebelumnya, pasokan listrik di Bomberay-Tomage umumnya tersedia mulai pukul 18.00 hingga 06.00 WIT.
Layanan listrik selama 24 jam mulai diterapkan pada 1 Oktober 2026. Namun, berdasarkan keterangan tim, penerapan tersebut masih dalam tahap uji coba. Pemadaman sesekali masih terjadi untuk keperluan pemeliharaan mesin.
Kepala Puskesmas Bomberay Abdul Aziz Al Zubadi mengatakan, sumber energi alternatif dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan, terutama ketika pasokan listrik utama mengalami gangguan.
Selain mendukung operasional puskesmas, penggunaan PLTS diharapkan dapat mengurangi biaya listrik maupun pengeluaran bahan bakar untuk mengoperasikan generator set (genset).

Perangkat yang disiapkan menggunakan sistem hibrida sehingga dapat mengombinasikan energi surya dengan sumber energi lainnya. Kapasitas perangkat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing fasilitas.
Untuk SMK Negeri 2 Fakfak, kapasitas PLTS yang disiapkan sebesar 6 kilowatt (kW), sedangkan Puskesmas Bomberay memperoleh alokasi 5 kW. Adapun Gereja Advent dan sumur komunal masing-masing disiapkan perangkat berkapasitas 1,2 kW.
Pengembangan perangkat tersebut dilakukan bersama alumni Unpad melalui CV QR Smart Device. Salah satu ketua tim, Syawaludin Alisyahbana Harahap, menjelaskan bahwa sistem PLTS hibrida dirancang agar dapat dipantau dan dikendalikan melalui telepon pintar.
Selain pengembangan energi surya, Tim Ekspedisi Patriot Unpad juga mengembangkan instalasi pengolahan air atau water treatment plant (WTP) di kawasan Bomberay-Tomage.
Kedua inisiatif tersebut diarahkan untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses terhadap air bersih dan energi. Ketersediaan kedua infrastruktur itu dinilai penting untuk menunjang pelayanan publik sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga.
Wakil Koordinator Tim Ekspedisi Patriot Unpad Rd Ahmad Buchari mengatakan, pemenuhan infrastruktur air dan energi diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian masyarakat.
“Pemenuhan infrastruktur dasar air dan energi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM, meningkatkan produktivitas hasil pertanian, serta menggerakkan sektor-sektor perekonomian warga di kawasan transmigrasi ini secara berkelanjutan,” kata Ahmad.
Pengembangan PLTS dan WTP tersebut juga berkaitan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan keenam tentang air bersih dan sanitasi layak serta tujuan ketujuh mengenai energi bersih dan terjangkau.
Apabila dapat dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan, kedua fasilitas tersebut juga berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pembangunan permukiman yang berkelanjutan.
Untuk memastikan pemanfaatan perangkat berjalan optimal, Tim Ekspedisi Patriot Unpad merencanakan sosialisasi penggunaan dan perawatan PLTS bagi para penerima manfaat pada November 2026.
Sosialisasi tersebut mencakup pengoperasian, pemantauan perangkat, hingga pemeliharaan dasar. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pengelola setempat dalam merawat fasilitas sehingga manfaat bantuan tetap berlanjut setelah masa penugasan tim berakhir.(rls)












