PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Akademisi Universitas Papua (UNIPA) yang terbentuk dalam tim pengabdian Masyarakat melaksanakan pelatihan budidaya dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Kampung Ayambori guna meningkatkan kesehatan masyarakat.
Tim Pengabdian Masyarakat yang terdiri dari Dosen yakni Dr. Iwan, S.Si, M.Pd, Semuel Sander Erari, S.Pd., M.Si, Nuryanti Rumalolas, S.Pd., M.Si dan dua Mahasiswa yakni Windi Pramudita dan Muhammad Farits Bramasta Rio Rimosan melaksanakan pelatihan pada Rabu 20 Agustus 2025.
Ketua Tim pengabdian Masyarakat, Dr. Iwan, S.Si, M.Pd mengatakan bahwa pengabdian ke masyarakat guna menjawab persoalan utama tentang kurangnya pemahaman mengenai manfaat, jenis, dan cara budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
“Kami melihat minat masyarakat terhadap budidaya TOGA masih sangat rendah akibat minimnya edukasi serta belum adanya program pendampingan, dan belum terlihatnya manfaat ekonomi secara langsung,” ujarnya baru-baru ini.
Senada dengan Ketua tim, Semuel Sander Erari, S.Pd M.Si dan Nuryanti Rumalolas, S.Pd., M.Si mengatakan permasalahan yang ditemukan sesuai dengan solusi yang ditawarkan. Jika tanaman obat keluarga dikembangkan dengan baik, maka tanaman obat keluarga tidak hanya dapat meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat secara mandiri, tetapi juga berpotensi menjadi sumber ekonomi alternatif.
“Budidaya TOGA juga selaras dengan program ketahanan keluarga, pelestarian lingkungan, serta penguatan kearifan lokal dalam bidang pengobatan tradisional,” katanya.
“Hal ini dalam upaya mendukung program nasional Asta Cita ke Enam yakni Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan untuk membantu kesehatan masyarakat yang kurang mampu dengan membudidayakan tanaman obat tradisional keluarga,” sambung Ketua Tim, Dr. Iwan.
Sementara itu, Kepala Kampung Ayambori, Yonas Mandacan mengucapkan terimakasih atas kegiatan yang dilakukan.
“kami mengapresiasi Tim pengabdian Masyarakat dari Universitas Papua membawa dampak positif dan penting untuk membantu Masyarakat terhadap ketersedian obat tradisonal yang bisa digunakan oleh Masyarakat Kampung Ayambori ini,” ujarnya.
Ia berharap dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi langkah awal yang signifikan dalam menciptakan masyarakat sehat di masa depan terutama di wilayah Kampung Ayambori Manokwari dan sekitarnya serta Indonesia pada umumnya.
Salah satu perseta kegiatan, Robert Mandacan menyampaikan apresiasinya bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi keluarga di Kampung Ayambori dapat menambah pengetahuan.
“Saya mendapat pengetahuan tambahan lagi mengenai tanaman obat keluarga dan dapat menggunakan tanaman obat jika sakit. Semoga bisa sering diadakan lagi,” katanya. (akr)














