Papua Barat

Tragedi Pantai Undi Manokwari: Satu Keluarga Terseret Arus, Ibu dan Anak Meninggal

534
×

Tragedi Pantai Undi Manokwari: Satu Keluarga Terseret Arus, Ibu dan Anak Meninggal

Sebarkan artikel ini
SAR Manokwari saat mengevakuasi salah satu korban yang ditemukan telah meninggal duni. FOTO: HUMAS SAR MANOKWARI.PAPUADALAMBERITA.

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Satu keluarga menjadi korban peristiwa terseret arus saat berenang di Pantai Undi, Manokwari, Ahad (16/02).

Kantor Pencarian dan Pertolongan SAR  Manokwari segera merespons dengan mengirimkan tim siaga dan peralatan ke lokasi kejadian.

Kepala Subseksie Operasi dan Siaga SAR Manokwari, Reza Afriyanto, membenarkan laporan kejadian tersebut yang diterima dari Bapak Miswat, keluarga korban.

Menurut Reza, berdasarkan laporan yang diterima, lima orang pengunjung pantai terseret arus pada Ahad pagi.

“Menindaklanjuti laporan yang kami terima, kami segera mengirimkan delapan personel ke lokasi untuk melakukan pencarian dan pertolongan,”  ungkap Reza.

SAR Manokwari saat mengevakuasi salah satu korban yang ditemukan telah meninggal duni. FOTO: HUMAS SAR MANOKWARI.PAPUADALAMBERITA.

Dari lima orang yang terseret arus, tiga berhasil diselamatkan. Namun, satu orang dinyatakan meninggal dunia dan satu orang lagi, Hafiz (17 tahun), dilaporkan hilang.

Tim SAR Manokwari, bersama dengan potensi SAR dari Koramil Masni, Polsek Masni, RAPI, dan masyarakat setempat, langsung melaksanakan operasi pencarian pada hari itu juga.

Operasi tersebut dilaksanakan hingga malam hari dengan menggunakan drone thermal untuk pencarian di permukaan air dan penyisiran di pesisir Pantai Undi.

Namun, hingga malam hari, korban belum juga ditemukan.

Data korban yang berhasil dihimpun adalah sebagai berikut:

  1. Satriya (40 tahun) – Kepala keluarga
  2. Fitriyani (45 tahun)– Istri (Meninggal Dunia)
  3. Irfan (15 tahun)– Anak laki-laki
  4. Tara (12 tahun) – Anak perempuan
  5. Hafiz (17 tahun) – Anak laki-laki (Meninggal Dunia)

“Pada hari kedua operasi, tim kami melanjutkan pencarian dengan membagi Sru menjadi empat kelompok. Kami menggunakan perahu karet untuk pencarian di permukaan air dan terus melakukan penyisiran di pesisir,”tambah Reza.

Pada pukul 08.05 WIT, korban yang hilang, Hafiz (17 tahun), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazahnya kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai, dan tim SAR kembali ke satuan masing-masing.

Tim siaga SAR Manokwari pun kembali ke kantor setelah operasi dinyatakan ditutup.(tarustam madubun/hms/405)

Apel SAR Manokwari saat melakukan pencarian.FOTO: HUMAS SAR MANOKWARI.PAPUADALAMBERITA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *