Mobil Anggota DPR Papua Barat yang ikut di bakar massa pada kerusuhan 19 Agustus 2019. FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.
PAPUADALAMBEROITA.COM.MANOKWARI – Aksi demonstrasi di Manokwari sebagai ibu kota provinsi dari Papua Barat kerap terjadi. Meteri demonstran menuntut perubahan, entah itu perubahan politik, ekonomi, kesejahteraan, keadilan, keamanan maupun pendidikan dll.
Tujuh (7) tempat ini yang menjadi lokasi paling startegis dijadikan lokasi demonstrasi oleh massa saat berunjuk rasa yaitu;
- Amban Depan Kampus Unipa Manokwari
- Perempatan Lampu pengatur lalu lintas Makalo, Jalan Yos Sudarso
- Perempatan Lampu Pengatur Lalu Lintas Sanggeng, Jalan Yos Sudarso
- Perempatan Lampu Merah Wosi Jalan Trikora
- Halaman Kantor Gubernur Papua Barat
- Halaman Kantor DPR Papua Barat
- Kantor KPU Provinsi dan Kabupaten Manokwari
Namun, di antara tujuh tempat demonstrasi itu, ada lokasi yang memori menaktukan, menyeramkan, hingga menelan korban harta dan korban luka.
Lokasi demonstrasi itu pada poin nomor dua (2) dari perempatan Makalo Sampai depan Swiss Bell Hotel Manokwari.
Tempat itu menjadi saksi bisu berbagai pergerakan sosial yang terjadi beberapa tahun terakhir di Manokwari.
Pada 19 Agustus tahun 2019, lokasi ini masih menyimpan cerita duka tragis, demonstrasi yang paling menakutkan di Manokwari tahun itu.
Demonstrasi yang awalnya berjalan damai berubah menjadi kekacauan ketika demonstran mulai melempari aparat keamanan waktu itu.
Bentrokan itu mengakibatkan kerusuhan massal menyebabkan puluhan kios, kantor terbakar, termasuk kantor DPR Papua Barat bekas kantor Gubernur Papua Barat di Jalan Siliwangi, toko roti abon gulung, toko Edmon, dealer mobil Mitsubishi di rusak dibakar termasuk mobil di bekas kantor gubernur dan Kantor DPR Papua Barat .
Satu unit mobil baru milik dealer Mitsubishi dibakar, satu korban luka-luka di pelipisnya yaitu Karoops Polda Papua Barat Kombes Pol Moch Dharma Adhyaksa Sagi SH
Suasana mencekam dan nuansa ketakutan masih teringat warga Manokwari hingga .
warga Manokwari waktu itu melihat kebakaran meluas, bangunan dihancurkan, dan seruan keputusasaan terdengar.
Warga Manokwari tidak lupa peristiwa itu, karfena menggambarkan suasana tersebut sebagai “kegelapan meneror, merasuki setiap sudut jalan di Manokwari”.
Hampir setiap demo di tempat-tempat ini menunjukkan semangat dan keberanian pendemonstran yang ingin mengungkapkan pendapat mereka.
Meskipun ada beberapa insiden kekerasan pada lokasi-lokasi tersebut, tidak ada yang menandingi tingkat menyeramkan yang pernah terjadi di lampu pengatur lalu lintas Makalo Jalan Yos Sudarso 19 Agustus 2019 lalu.
Kejadian itu menjadi titik kelam sejarah demonstrasi di Manokwari, dan menyedot perhatian Indonesia.
Demonstrasi adalah bentuk ekspresi yang sah dalam masyarakat demokratis, namun perlu diingat, bahwa saling menghormati, dan tidak menggunakan kekerasan kunci menjaga keamanan dan ketertiban.
Harapan warga aksi demonstrasi di masa – masa datang tetap damai, mencapai perubahan yang diinginkan, tanpa memakan korban, meninggalkan trauma menyeramkan dalam ingatan masyarakat.(rustam madubun)













