NasionalPapuaPapua BaratPapua Barat Daya

UMKM Papua Barat Unjuk Produk Hijau

908
×

UMKM Papua Barat Unjuk Produk Hijau

Sebarkan artikel ini
Ibu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat dalam rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta. FOTO: BANK INDONESIA

PAPUADALAMBERITA.COM.JAKARTA – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Setian, mengatakan, semangat penguatan UMKM nasional tersebut sejalan dengan upaya BI Papua Barat dalam menjadikan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurut dia, pengembangan UMKM di Papua Barat dilakukan melalui pembinaan dari hulu hingga hilir. Salah satunya melalui program KASUARI (Kurasi, Pelatihan, Peningkatan Kapasitas UMKM Berdikari).

Baca juga: KKI 2026 Dorong UMKM Hijau Papua Barat Tangguh dan Berdaya Saing

Program tersebut diarahkan untuk menjaring sekaligus membina UMKM potensial melalui pelatihan onboarding Go Digital secara intensif selama sekitar 1,5 bulan.

Penguatan promosi dan perluasan akses pasar juga dilakukan melalui Strategic Regional Program Torang Creative & Ecotourism Festival (TCEF) 2026. Program ini mengintegrasikan showcase produk hasil kurasi dan fasilitasi business matching.

Selain itu, BI Papua Barat menggelar Papua Fashion Day untuk mengangkat keunikan elemen Tanah Papua melalui karya wastra yang dipadukan dengan aksesori ramah lingkungan.

“Guna menjawab permintaan pasar yang semakin sadar lingkungan, BI Papua Barat juga mengintensifkan capacity building UMKM wastra-kriya hijau,” kata Setian.

Program tersebut mencakup edukasi mengenai teknik pewarnaan alami serta produksi kerajinan berbasis serat alam bagi pelaku usaha binaan dan mitra BI Papua Barat.

Dua UMKM Papua Barat Tampil di KKI 2026

Potensi UMKM Papua Barat turut ditampilkan dalam panggung KKI 2026. Dua UMKM wastra unggulan, yakni Kasuari Batik dan Batik Papua Nusantara, hadir secara langsung memamerkan produk mereka di Hall A dan B JICC.

Sementara itu, sembilan UMKM binaan dan mitra BI Papua Barat berpartisipasi secara daring melalui platform digital KKI. Produk yang ditampilkan meliputi wastra, aksesori, kriya tas, serta makanan dan minuman olahan.

Kesembilan UMKM tersebut yakni Kasuari Batik, Marice Craft, Abon Miareto, Batik Papua Nusantara, Pauwbili, Pokja Viva, Kopi Anggi (Poktan Tunas Muda Harapan Udohotma), Sinagi Papua, dan Umi Lala.

Keikutsertaan Papua Barat juga mencatatkan capaian pada kompetisi CANGKIR Barista. Dua peserta binaan dari Papua Barat berhasil menembus babak semifinal.

Membuka Akses Pasar Global

KKI 2026 merupakan penyelenggaraan yang ke-11 dan menghadirkan sejumlah aspek kebaruan, mulai dari program CANGKIR BARISTA dan CITRA NUSA, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda terhadap produk lokal, hingga penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak dengan konsep zero emission dan zero waste to landfill serta pengembangan zona hijau.

Selama empat hari pelaksanaan, pameran di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM. Sementara itu, pameran secara daring melalui platform digital KKI melibatkan lebih dari 1.300 UMKM.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

KKI 2026 juga menghadirkan 44 rangkaian kegiatan, termasuk fasilitasi Business Matching Ekspor. Salah satu UMKM binaan BI, Papua Global Spices, mengikuti empat sesi pertemuan bisnis untuk memperluas pasar rempah Papua ke tingkat internasional.

Rangkaian kegiatan lainnya mencakup talkshow ekonomi dan keuangan inklusif serta berkelanjutan, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan dan value chain, showcase UMKM unggulan secara daring dan luring, Area Cangkir Nusantara, showcase pariwisata, hingga berbagai aktivasi dan instalasi hijau.

Menurut Setian, keterlibatan UMKM Papua Barat dalam KKI 2026 menjadi momentum untuk membawa karya kreatif Tanah Papua tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga membuka peluang menembus pasar global.

“Bersama, kita dukung UMKM Indonesia untuk terus bangkit, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan bangsa,” ujarnya.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *