Papua Barat

Universitas Papua – RBGE Skotlandia Siapkan Kolaborasi Riset dan Pelestarian Flora Papua

706
×

Universitas Papua – RBGE Skotlandia Siapkan Kolaborasi Riset dan Pelestarian Flora Papua

Sebarkan artikel ini
Rektor Universitas Papua, Hugo Warami, menerima kunjungan Kepala Seksi Asia Tenggara Royal Botanic Garden Edinburgh, Mark Hughes, di ruang kerja rektor UNIPA, Manokwari, Kamis (12/2/2026), dalam rangka membahas rencana kerja sama riset dan pelestarian flora Papua. FOTO: HUMAS UNIPA.PAPUADALAMBERITA

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI — Universitas Papua (UNIPA) dan Royal Botanic Garden Edinburgh (RBGE) memperkuat langkah bersama dalam upaya pelestarian flora Papua melalui rencana kerja sama penelitian dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Rektor UNIPA, Kamis (12/2/2026).

Rektor UNIPA, Hugo Warami, menerima langsung kunjungan Kepala Seksi Asia Tenggara RBGE, Mark Hughes, untuk membicarakan rencana kolaborasi jangka panjang antar kedua lembaga.

Dalam pertemuan itu, Rektor didampingi Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Dr. Yusuf W. Sawaki serta Kepala LPPM UNIPA Freddy Pattiselanno.

Kampus menyambut positif rencana kemitraan strategis yang difokuskan pada penelitian dan konservasi keanekaragaman hayati Papua.

Fokus utama kerja sama meliputi pemeliharaan dan pengembangan koleksi herbaria di Herbarium Manokwariense, peningkatan kapasitas staf peneliti, program pertukaran staf, serta peluang studi lanjut bagi staf UNIPA di universitas di Edinburgh.

Mark Hughes menyampaikan apresiasi atas sambutan UNIPA dan menyatakan antusiasme RBGE untuk terlibat aktif dalam program kolaborasi tersebut. RBGE, kata dia, siap membantu pemeliharaan, pengelolaan, dan pengembangan Herbarium Manokwariense sebagai sumber penting data dan informasi flora di kawasan timur Indonesia.

Kedua pihak juga sepakat dalam waktu dekat akan menindaklanjuti pembahasan tersebut melalui penandatanganan nota kesepahaman sebagai dasar kerja sama resmi.

Langkah ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi program konkret pelestarian flora Papua sekaligus peningkatan kapasitas peneliti UNIPA ke depan.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *