fbpx
Ketua Satgas Derek Apnir dan Juru Bicara Satgas COVID-19 dr Arnoldus Tiniap doa bersama warga Nabire sebelum dipulangkan ke Nabire Rabu (1/4/2020). FOTO: ISTIMEWA/papuadalamberita.com... Warga Nabire di BLK Dipulangkan Melalui Jalur Darat

Ketua Satgas Derek Apnir dan Juru Bicara Satgas COVID-19 dr Arnoldus Tiniap doa bersama warga Nabire sebelum dipulangkan ke Nabire Rabu (1/4/2020). FOTO: ISTIMEWA/papuadalamberita.com

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Warga Kabupaten Nabire Provinsi Papua dipulangkan setelah di tolak pemerintah daerahnya ketika menumpang KM Tidar milik PT Pelni dalam pelayaran Manokwari-Nabire  beberapa waktu lalu. 75 warga ‘’terusir” dari daerahanya sendiri dipulangkan ke daerahnya melalui jalur darat darat trans Papua dan Papua Barat pada Rabu (1/4/2020).

Sebelumnya ada 125 warga Kabupaten Nabire dari kapal KM Tidar kemudian pemerintah Papua Barat memberi tumpangan selama di Manokwari di kompleks Balai Latihan Kerja BLK Manokwari Papua Barat.

“Sebagian sudah pulang, kami tadi melepas sekitar 75 warga yang tinggal di BLK ke daerahnya,” jelas Pemerintah Daerah Provinsi Papua Barat, melalui Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat, dr Arnoldus Tiniap Rabu (1/4 2020) di Manokwari.

Ia mengatakan, warga Nabire dipulangkan menggunakan tuju kendaraan roda empat yang di biaya oleh Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, satu kendaraan merupakan inisiatif warga yang disewa bersama, Pemerinta Daerah menyediakan biaya kendaraan ini sebagai pertimbangan kemanusiaan dan persaudaraan.

“Bapak Gubernur langsung merespon memberikan sumbangan untuk mobilisasi antar mereka kembali ke Nabire Papua melalui jalur darat,” jelasnya.

Sebelumnya pemerintah Papua Barat telah menyurati pemerintah Papua agar membicarakan nasib sejumlah pengungsi Warga Nabire di Manokwari namun surat tersebut hingga warga di pulangkan tidak mendapat respon dari pemerintah Papua maupun pemerintah Kabupaten Nabire.

Warga ini juga tidak memiliki riwayat atau keterkaitan dengan COVID-19, mereka adalah penumpang biasa yang saat itu menumpang KM Tidar, namun KM Tidar di tolak oleh pemerintah setempat untuk bersandar di pelabuhan Nabire.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!