PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak asli Papua terus dilakukan melalui kolaborasi antara Yayasan Arfak Berdikari Sejahtera dan Wakil Ketua I DPRK Kabupaten Pegunungan Arfak, Simson Saroy.
Kedua pihak menyalurkan bantuan pendidikan kepada pelajar dan mahasiswa kurang mampu di Distrik Hingk sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah Pegunungan Arfak.
Program bantuan tersebut menyasar pelajar dan mahasiswa dari empat kampung, yakni Mbeigau, Leihak, Kwok II, dan Cangoisi. Penyerahan bantuan tahap pertama kepada mahasiswa dan mahasiswi dilaksanakan di Manokwari, Jumat (17/7/2026), sedangkan bantuan bagi siswa SD, SMP, dan SMA dijadwalkan disalurkan langsung di Distrik Hingk pada pekan berikutnya.
Ketua Yayasan Arfak Berdikari Sejahtera, Laima S. Dowansiba, mengatakan program tersebut berangkat dari kepedulian terhadap masih terbatasnya akses pendidikan bagi sebagian anak asli Papua akibat kendala ekonomi.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga sehingga para siswa dan mahasiswa dapat terus melanjutkan pendidikan. Kami tidak ingin ada anak asli Papua yang terpaksa berhenti sekolah hanya karena keterbatasan biaya,” ujar Laima usai penyerahan bantuan di Manokwari.
Menurut dia, pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan. Karena itu, yayasan memberikan perhatian kepada seluruh jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Laima menilai kolaborasi dengan DPRK Kabupaten Pegunungan Arfak menjadi langkah strategis agar program dapat menjangkau masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan.
“Dukungan Bapak Simson Saroy sebagai Wakil Ketua I DPRK sangat membantu kami menjangkau masyarakat di Distrik Hingk. Sinergi antara pemerintah dan lembaga masyarakat menjadi kunci agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran,” katanya.
Yayasan Arfak Berdikari Sejahtera memiliki visi mewujudkan masyarakat Arfak yang berdikari, sejahtera, cerdas, dan berkarakter melalui penguatan sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi, peningkatan kesejahteraan sosial, pelestarian budaya, serta pembangunan kemitraan dengan berbagai pihak.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRK Kabupaten Pegunungan Arfak, Simson Saroy, mengapresiasi inisiatif yayasan yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Pegunungan Arfak.
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan daerah.
“Kami percaya, jika seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama, maka 10 hingga 20 tahun ke depan Pegunungan Arfak akan melahirkan dokter, guru, insinyur, dan para pemimpin yang berasal dari anak-anak kampung kita sendiri,” ujarnya.
Ke depan, Yayasan Arfak Berdikari Sejahtera menargetkan program bantuan pendidikan tersebut dapat diperluas secara bertahap ke distrik-distrik lain di Kabupaten Pegunungan Arfak. Perluasan program akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta kemampuan pengelolaan anggaran yayasan, sebagai bagian dari upaya menciptakan pemerataan kesempatan belajar bagi anak-anak asli Papua.(rustam madubun)













