Papua Barat

Pangdam Kasuari Sampaikan Duka Mendalam, Pelaku Penembakan Biadab, Mereka Harus Dihukum

374
×

Pangdam Kasuari Sampaikan Duka Mendalam, Pelaku Penembakan Biadab, Mereka Harus Dihukum

Sebarkan artikel ini

Pangdam XVIII Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa SE, MTR (HAN) menyampaikan duka mendalam atas gugur anggota TNI Maybrat, Kamis (20/1/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: PENDAM XVIII KASUARI

PAPAUDALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, SE, MTR (Han) menyampaikan duka mendalam atas gugurnya seorang prajurit TNI, Serda Melkias Rumbiak, serta anggota TNI yang mengalami luka berat dan ringan serta mengutuk keras pelaku penembakan di Maybrat, Kamis (20/1/2022).

‘’Ini yang korban anak Papua dari Kabupaten Raja Ampat, mereka (pelaku, red) ini biadab sekali. Saudara sendiri putra Papua yang ingin mebangun Papua kampungnya juga diserang dan ditembak , mereka harus dihukum,’’ ujar Pangdam saingkat yang dihubunggi papuadalamberita.com melalui sambungan whatsappnya, Kamis (20/1/20220) malam.

Meyjen TNI Cantiasa yang kini berada di Jakarta karena perjalanan dinas mengatakan untuk keterangan lebih lanjut hubunggi Kapendam XVIII Kasuari. ‘’Mas (papuadalamberita.com, red) nanti hubunggi Kapendam,’’ ujar Pangdam.

Kepala Penerangan Kodam XVIII Kasuari, Kolonel Arm Hendra Pesireron, SSos yang dihubunggi terpisah mengatakan Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI Nyoman Cantiasa beserta seluruh warga Kodam XVII Kasuari turut prihatin dan berduka cita yang mendalam atas gurunya teman kami putra terbaik Papua dari Raja Ampat yang meninggal dunia atas kejadian tadi pagi. ’Pangdam juga mengutuk keras atas aksi tidak berprikemanusiaan.

Kapendam menjelaskan, kejadian itu pada . Pukul 07.00 WIT aparat Yon Zipur dalam perjalanan dari Bas Camp menuju ke lokasi pembangunan jembatan yang menghubungkan kampung  Fankario dan kampung Kamat Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Kemudian sekitar pukul 7.40 WIT terjadi kontak tembak antara Yon Zipur 20 PPA  dari oleh OTK yang mengakibatkan korban sebanyak 9 orang anggota.

‘’Ada penembakan dari sektor kanan ketinggian mereka tembak ke bawah dibalas anggota,  yang berangkat itu Yonif 762 dengan Yon Zipur, Zipur melaksanakan pengerjaan jembatan anggota Yon 762 yang melakukan pengamanannya,’’ jelas Kapendam.

‘’Nah dibalas sama Yon 762, kemudian  mereka lari cek ada korban,  setelah itu dievakuasi ke rumah sakit Pratama,  kemudian tadi pagi dijemput pakai helikopter, sekitar pukul 13 dibawa ke rumah sakit RSAL, kemudian saat ini yang tiga orang korban luka itu dalam perawatan di kapal milik TNI AL di Sorong,’’ sambung Kapendam.

Korban yang gugur kini di semayamkan di Yonif Zipur dijadwalkan besok (Jumat) pagi diberangkatkan ke Raja Ampat.

‘’Saat ini ada konsolidasi pengamanan sekitar antara TNI dan Polri di lokasi kejadian. Panglima menyatakan tidak akan membiarkan atas insiden tersebut,  tetap berkoordinasi dengan Polda Papua Barat,’’ tambahnya.

Kapendam XVIII Kasuari, Kolonel Arm Hendra Pesireron, SSos. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

Kolonel Hendra Pasireron mengungkapkan, bahwa jembatan itu merupakan akse vital yang menghubungkan beberapa daerah,  beberapa waktu yang lalu pascakejadian Kishor dirusak oleh kelompok KNPB Maybrat.

‘’Kemudian kita waktu itu membangun kembali jembatan dari kayu,  dan saat ini atas permintaan warga kembali ke rumah masing-masing, jembatan kembali dibangun. Saat ini TNI gencar-gencarnya melakukan Pembinaan Teritorial (Binter) dan karya bakti, jejmbatan itu manfaatnya banyak,  selain ini merupakan alat ini transportasi ekonomi, kemudian itu juga merupakan penghubung jalan trans Papua nah dilaksanakan pembangunannya,’’ jelas Hendra.

Peristiwa penembakan Kamis 20 Januari 2022  yang terjadi di antara Kampung Fankario dan kampung Kamat Distrik Aifat Timur Kabupaten Maybrat Papua Barat yang dilakukan orang tak dikenal kepada aparat Yon Zipur 20 PPA mengakibatkan lima korban anggota satu korban meninggal dunia, luka berat dan luka ringan.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *