DARI KIRI: Dinas perhubungan, Wadir Lantas, Dirlantas, KNKT, dan Kasat Lantas Polres Manokwari saat ditemui wartawan di lokasi kecelakaan Kilometer 10 seusai investigasi mendalam, Sabtu (16/4/2022). PAPUADLAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN
Ketua Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Papua Barat, IPDA Erwi saat melakukan perekaman insdien truk naas di titik terakhir lokasi kejadian, Sabtu (16/4/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN
PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Selain investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Polda Papua Barat menurunkan Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas untuk merekam ulang insden truk nomor polisi PB 8374 MC yang Over Dimension dan Overload (Odol) dan menyebabkan 18 penumpang meninggal dunia 11 luka berat dan ringan Rabu (13/4/2022) lalu.
Baca juga: KNKT Temukan Penyebab Kecelakaan Maut, Faktor Geometrik Jalan, 6 Rekomendasi Penting
Sabtu 16 April 2022 tepat pukul 11.31 WIT Tim gabungan KNKT, TAA, BPTD Wilayah XXV Papua Papua Barat tiba di Kilometer 10 lokasi kejadian maut. Setiap tim melakukan investigasi secara ditail, KNKT dan tim Mitsubishi Bosowa melakukan investigas mengukur mobil, melepas ban sampai membelah ban kiri mobil.
Sedangkan Tim TAA Ditlantas Polda Papua Barat oleh IPDA Erwin Putra Winata serta anggota Ditlantas dan Satlantas melakukan investigasi dari titik nol (awal) mobil naas itu memasuki area insiden dengan menggunakan alat hight tehnologi TAA milik Polda Papua Barat, merekam ulang kronologi perjalanan mobil hingga ke tempat kejadian dan akhir mobil terperosok.
Ada juga rekaman ulang jalan raya yang menggunaka drouwn, sedangkan TAA merekam jalan raya secara kinematika dan fotogrametri yang akan di olah kembali oleh software PC Rect.
Setelah sejumlah rekaman dilakukan, sampai dititk akhir tempat kejadian mobil terperosok perekaman oleh alat TAA yang baru berjalan beberapa detik tiba-tiba mati (off) tidak dapat merekam mobil naas itu. Perekaman berhenti sekitar 20 menit.
Semua yang berada di lokasi terdiam, boleh percaya, boleh tidak percaya, guyon beberapa anggota Lantas dan Kasat Lantas IPTU Subhan S Ohoimas SH kepada sopir yang selama dua hari membawa tim KNKT, Doni pemuda asal Nusantara Tenggara Timur (NTT) coba menyapa dengan tradisi kearifan lokal, Don dengan polso pun melakukannya mulutnya tampak mengucapkan sesuatu kemudian menyulut api ke beberapa batang rokok di di atas parit yang sudah ada sebelum tim tiba di tempat kejadian.
Tim KNKT membelah ban yang mengalami kebocoran untuk investigasi di lokasi kejadia, Sabtu (16/4/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN
Sesusai Doni “Rara” (megingat Rara di Mandalika, red) Kilometer 10 membakar rokok, tidak lama kemudian alat perekam TAA dihudpkan dengan menekan tombol on (hidupkan) oleh IPDA Erwin, alatnya kembali berfungsi.
Tetapi sebelum Doni “Rara” membakr rokok, Dir Lantas mengingatkan IPDA Erwin untuk matikan alat tersebut mungkin karena merekam beberapa titik jadi alatnya panas, dua usaha ini membuahkan hasil, dan alat kembali mereka dengan sempurna hingga selesai.
Merekam lokasi kejadian TAA merupaka metode baku satuan lalulintas untuk memperoleh informasi, mulai dari kronologi, teknis, infrastruktur, pola kejadian, yang kemudian hasil rekaman akan dipindahkan melalui softwer ke personil komputer (PC) untuk dibaca lengkap kronologis sebelum dan sesudah kecelakaan itu terjadi.
Dirlantas Polda Papaua Barat kepada wartawan di tempat investigasi Kilometer 10 Sabtu sore mengatakan, investigasi KNKT selelesai dengan hasil sangat maksimal, sedangkan investigasi TAA juga selesai, hasil investigasi seperti yang disampaikan Ketu KNKT segera ditindaklanjuti sesuai rekomendasi.
‘’Sedangkan hasil investigasi TAA, tim kami masih mengolanya, dan TAA perlu waktu, kerena menggunakan softwer untuk mebaca hasil olah TAA tadi,’’ ujar Dirlantas.
Sedanghkan hasil olah tempat kejadian secara kasat mata hasilnya seperti laporan awal yang disampaikan Kapolres Manokwari kepad awartwan 13 April lalu, bahwa ditemukan fakta penyebab kecelakaan Over Dimension dan Overload (ODOL).
‘’Truk yang terlibat kecelakaan tersebut tidak boleh mengangkut manusia, itu hanya mengangkut barang, menambah 34 orang di atasnya terjadi over loading, ada juga barang-barang dan 34 orang di dalamnya, ada 103 batang kayu, papan 10 lembar, satu unit sepeda motor, besi ulir itu menyebabkan daya cengkram rem kendaraan menurun, dan dipengaruhi situasi jalan yang curam,’’ jelas Dirlantas kepada wartawan.
Fakta lain sama dengan yang disampaikan oleh KNKT, termasuk pengemudi tidak cakap mengatasi situasi ketika mengalami rem yang kurang berfungsi.
Tim KNKT dan BPTD Wilayah XXV Papua-Papua Barat melakukan pengkuran dimensi kendaraan di lokasi kejadian, Sabtu (16/4/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN
‘’Ada temuan beberapa ratus meter sebelum ke lokasi kejadian sopir tidak bisa mengendalikan situasi dengan mengambil truknya menabrak tebing dan terseret sekitar enam (6) meter,’’ papar Kombes Pol.
Menurut Dirlantas, Forum LLAJ Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari akan diundang undang pekan depan untuk mengevaluasi kejadian ini, dan meningkatkan perannya masing-masing.
‘’Seperti yang disampaikan KNKT, banyak peran yang harus ditimbulkan, dan negara harus hadir, satu saja terlalu banyak apalagi 18 (yang meninggal dunia, red), artinya ini perlu aksi nyata masing-masing stakholder, tidak ngomong toh,’’ tegas Dirlantas yang mengaku selama Ia menjadi polisi dan bertugas di satuan lalu lintas, peristiwa ini merupakan peristiwa dengan jumlah korban sangat banyak, semoga ini tidak terjadi lagi.
Kombes Pol Raidiyan mengatakan, Polda Papua Barat melalui Ditlantas punya peran, peran dari lalu lintas, dari Dishub bisa ditingkatkan perannya, dari Balai bisa tingkatkan perannya, semuanya harus kerjasama.
Arahan Dirlantas pada Tim investigasi kecelakaan maut di Kolometer 10, Sabtu (16/4/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN
‘’Kita akan meningkatkan sosialisasi terhadap pengemudi seperti yang direkomendasikan KNKT, kita harus mengetahui, rekan-rekan pengemudi kendaraan dan penumpang harus paham tata cara pemuatan orang dan barang.
Ini sudah sering disosialisasikan tetapi adanya kejadian ini sosialisasi akan tingkatkan sehingga tidak terulang kejadian seperti ini lagi,’’ harap Dirlantas.
Sedangkan investigasi Tim Mitsubishi menemukan fakta, bahwa tromol dan ban mobil yang dipakai truk saat terjadi kecelakaan sesuai standar ban truk dan masih original bawaan dari pabrik, belum diganti atau dipakai ban yang kawe-kawe (atau palsu), mobil truk juga merupakan mobil keluaran yang masih sangat baru, dan like jalan.
Menurut tim investigasi KNKT jumlah korban peristiwa truk di Kilometer 10 lebih banyak dari jumlah korban yang terjadi di di Balikpapan Kalimantan baru baru ini dengan korban empat orang oleh truk tronton.(tam)












