fbpx
100 Putra pilihan Papua Barat melakukan orientasi penerimaan siswa baru di Pusat Pelatihan Teknik Industri Minyak dan Gas Kabupaten Teluk Bintuni (P2TIMTB), Papua Barat,... 100 Penggawa Asal Papua Barat Siap Merajut Asa di Sektor Migas Teluk Bintuni

100 Putra pilihan Papua Barat melakukan orientasi penerimaan siswa baru di Pusat Pelatihan Teknik Industri Minyak dan Gas Kabupaten Teluk Bintuni (P2TIMTB), Papua Barat, Sabtu (29/02), 2020. FOTO: ISTIMEWA/papuadalamberita.com

 PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Wajah sumringah dan penuh harapan para penggawa pilihan asal Papua Barat menghiasi hari penerimaan siswa baru di Pusat Pelatihan Teknik Industri Minyak dan Gas (P2TIM) Teluk Bintuni, Papua Barat, Sabtu (29/02), 2020. Sekitar 100 siswa baru yang terpilih sebagai angkatan ke enam itu berasal dari berbagai penjuru wilayah Papua Barat.

Petrotekno, selaku operator pelatihan teknik industri minyak dan gas, melakukan rangkaian pemeriksaan di hari penerimaan siswa baru. Adapun rangkaian pemeriksaan yang dilakukan berupa tes kadar alkohol, pemeriksaan barang bawaan, pemeriksaan kerapian rambut siswa, hingga orientasi siswa yang bertujuan mengenalkan lingkungan pelatihan serta pengenalan rambu-rambu keamanan.

Rangkaian pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan peserta didik sebelum menjalani pendidikan selama kurang lebih 100 hari.

Seluruh kegiatan pendidikan teknik industri migas ini merupakan besutan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni yang dioperasikan oleh Petrotekno Technical School dan diberikan gratis pada putra pilihan Papua.

Harapan di Ujung Teluk Bintuni

Yulius Bandi, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Teluk Bintuni, menyampaikan harapannya dalam acara pembukaan di hari penerimaan siswa baru P2TIM kepada peserta didik baru.

“Saya harap adik-adik yang di sini, sudah di sini bersatu. Bersatu untuk maju. Kamu harus menunjukkan sikap, memberikan prestasi yang hebat, supaya kamu bisa buktikan kalau kamu itu hebat, kamu itu tidak terbelakang, kamu bisa lebih baik dari mereka. Tepuk dadamu dan katakan saya anak Indonesia yang hebat, anak Bintuni yang hebat,” jelas Yulius penuh harap.

Sudah harapan setiap putra-putri Papua untuk dapat berkontribusi pada tanah kelahirannya. Setelah melepas angkatan kelima, kini P2TIM bersama Petrotekno kembali membuka peluang bagi putra Papua untuk mewadahi harapan mereka, khususnya dalam sektor industri minyak dan gas.

Persaingan untuk menjadi peserta didik di P2TIM tak mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Anwar Bao, pemuda asal Distrik Yakora, sudah dua kali mendaftar sebagai calon siswa. Tahun ini, dia mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan harapannya.

“Saya cita-cita bekerja di migas. Mau kuliah tapi tidak ada biaya. Saya ingin memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar pemuda asal Distrik Yakora itu.

Senada dengan Anwar, Arwan Arafik, tenaga kerja bongkar muat (TKBM) asal Distrik Babo, turut membagi asanya. Baginya, tak ada kata terlambat untuk menimba ilmu demi meraih masa depan yang lebih baik.

“Saya ingin membangun Babo setelah saya lulus dari Petrotekno,” pungkas Arafik saat ditemui awak media, Sabtu (29/02), 2020.

Papua Barat memiliki sumber daya minyak dan gas yang melimpah. Sekiar 23,7 triliun kaki kubik cadangan gas bumi tersimpan di Tanah Bintuni. Prospek sektor migas kian menawan, sudah saatnya putra Papua turut ambil bagian.

Inisiasi Pemkab Teluk Bintuni ini bisa menjadi program percontohan bagi daerah lain yang mempunyai potensi sumber daya alam yang melimpah. Dengan pelatihan yang tepat, pengembangan sumber daya manusia dalam pengelolaan industri, adalah sebuah keniscayaan.

Melalui Petrotekno, siswa baru angkatan ke enam P2TIM siap menempuh pendidikan selama 3,5 bulan demi meraih asanya.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!