Papua Barat

53 Orang Tewas di Jalan Raya Papua Barat di 2025, Manokwari Tertinggi

237
×

53 Orang Tewas di Jalan Raya Papua Barat di 2025, Manokwari Tertinggi

Sebarkan artikel ini
Sumber Data Press Realase Polda Papua BArat Selasa (30/12/2025).

PAPUADALAMBERITA.COM, MANOKWARI – Sebanyak 53 orang meninggal dunia akibat 447 kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Provinsi Papua Barat sepanjang tahun 2025. Angka korban jiwa ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 43 orang meninggal dunia.

Kapolda Papua Barat Irjen Pol Johnny Edison Isir, SIK., MTCP menyampaikan secara umum jumlah kecelakaan lalu lintas juga mengalami peningkatan.

Baca juga: Gangguan Kamtibmas Papua Barat Naik 25 Persen, Kejahatan Masih Mendominasi

Sesuai data Anev kecelakaan lalulintas yang dirilis Polda Papua Barat sepanjang tahun 2025, jumlah kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Papua Barat tercatat sebanyak 447 kasus. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 20 kasus atau sekitar 4,68 persen dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 427 kasus.

Data tersebut diungkap dalam rilis akhir tahun di Gedung Arfak Convention Hall Polda Papua Barat, Arfai, Manokwari, Selasa (31/12/2024) oleh Kapolda PApua Barat.

Kenaikan korban meninggal dunia dari 43 jiwa pada 2024 menjadi 53 jiwa pada 2025 berarti terjadi peningkatan sekitar 23,26 persen.

Dalam press release tersebut, Kapolda Papua Barat didampingi Karo Ops Kombes Pol Bagijo Hadi Kurnijanto, S.I.K., M.M., Kabidhumas Polda Papua Barat Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom.

Manokwari Tertinggi

Kapolda menjelaskan, dari 7 kabupaten di wilayah hukum Polda Papua Barat, Kabupaten Manokwari menjadi daerah dengan angka kecelakaan lalu lintas tertinggi.

Pada tahun 2025, di Manokwari tercatat 37 orang meninggal dunia, 182 orang luka berat, dan 200 orang luka ringan, dengan kerugian materiil mencapai Rp2.602.300.000.

Angka korban meninggal dunia tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 26 orang meninggal dunia, 137 orang luka berat, dan 117 orang luka ringan dari 286 kasus kecelakaan, dengan kerugian materiil Rp2.311.600.000.

Dengan demikian, jumlah korban meninggal dunia di Manokwari meningkat sebanyak 11 orang atau sekitar 42,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pegunungan Arfak Terendah

Sementara itu, kabupaten dengan angka kecelakaan lalu lintas terendah pada tahun 2025 adalah Kabupaten Pegunungan Arfak.

Sepanjang 2025, wilayah ini hanya mencatat 2 kasus kecelakaan, dengan 2 orang meninggal dunia, 7 orang luka berat, 1 orang luka ringan, dan kerugian materiil sebesar Rp170.000.000.

Jumlah tersebut menurun tajam dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 7 kejadian kecelakaan, 2 orang meninggal dunia, 8 orang luka berat, 2 orang luka ringan, serta kerugian materiil Rp183.000.000.

Secara jumlah kejadian, kecelakaan di Pegunungan Arfak turun sekitar 71,43 persen.

Ditlantas Polda Papua Barat juga mencatat, secara keseluruhan pada tahun 2025 di 7 wilayah hukum Polda Papua Barat terjadi 447 kecelakaan lalu lintas, dengan 53 orang meninggal dunia, 263 orang luka berat, dan 272 orang luka ringan, serta kerugian materiil mencapai Rp3.854.650.000.

Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 427 kecelakaan, 43 orang meninggal dunia, 221 orang luka berat, 211 orang luka ringan, dengan kerugian materiil Rp4.981.100.000.

Kapolda Papua Barat menegaskan, data tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan langkah preemtif, preventif, dan penegakan hukum guna menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban di jalan raya.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *