Papua Barat

Pemprov Papua Barat Antusias Uji Coba SAMARIA untuk Genjot PAD

284
×

Pemprov Papua Barat Antusias Uji Coba SAMARIA untuk Genjot PAD

Sebarkan artikel ini
Suasana sosialisasi dan uji coba Sistem Informasi Manajemen Retribusi Daerah (SAMARIA) Papua Barat yang diikuti perangkat daerah, 18–19 September 2025. FOTO: HUMAS BAPENDA PAPUA BARAT

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Badan Pendapatan Daeah (Bapenda) Provinsi Papua Barat gelar sosialisasi dan ujicoba Sistem Informasi Manajemen Retribusi Daerah (SAMARIA) Papua Barat pada 18-19 September 2025. Pada pelaksanaan sosialisasi dan ujicoba tersebut, banyak perangkat daerah antusias genjot pendapatan asli daerah (PAD).

“Kita melihat antusias peserta selama dua hari ini benar-benar antusias. Sebenarnya perangkat daerah ini merindukan satu sarana atau sistem aplikasi yang bisa mengakomodir terkait dengan mempromosikan atau menjual produk-produk unggulan di perangkat daerah baik itu yang bersifat penggunaan asset maupun penjualan produk dari masing-masing Perangkat Daerah,” ujar Kepala Bapenda Papua Barat, Dr. M. Bachri Yasin, SE, MM, Jumat (19/9/2025).

Kepala Bapenda Papua Barat, Dr. M. Bachri Yasin, SE, MM menyampaikan arahan saat sosialisasi dan uji coba aplikasi SAMARIA Papua Barat di Manokwari, Jumat (19/9/2025). FOTO: HUMAS BAPENDA PAPUA BARAT

Ia menuturkan bahwa setelah melakukan sosialisasi dan ujicoba SAMARIA Papua Barat, terdapat kendala yang dihadapi beberapa perangkat daerah terkait dengan bagaimana mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Retribusi Daerah.

“Pada prinsipnya, Bapenda Papua Barat melakukan ujicoba ini dengan prinsip try in success. Dalam arti kita ujicoba, menemukan kendala terus kita perbaiki demi untuk kesuksesan,” tuturnya.

Menurutnya, Bapenda Papua Barat bersama tim SRI telah sepakat bahwa dengan adanya kendala, dilakukan evaluasi dan melakukan penyempurnaan sehingga pada akhirnya dengan harapan bahwa pelaksanaan pemungutan retribusi daerah bisa berbasis aplikasi yakni SAMARIA Papua Barat.

“Ini semua untuk kemajuan Provinsi Papua Barat. Sehingga pengelolaan retribusi ini bisa lebih transparan, efektif, akuntabel dan bisa bermanfaat bagi masyarakat,” kata Bachri Yasin.

Bachri Yasin mengungkapkan bahwa dalam aplikasi SAMARIA Papua Barat ini, menyiapkan fitur layanan kepada masyarakat umum yang ingin mendapatkan jasa layanan retribusi baik layanan penggunaan asset atau mungkin melakukan perijinan-perijinan.

Peserta dari perangkat daerah seusai mengikuti uji coba aplikasi SAMARIA Papua Barat untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). FOTO: HUMAS BAPENDA PAPUA BARAT

“Nanti pada saat kita launching SAMARIA Papua Barat pada 25 September 2025 mendatang, kita akan Launching dan sampaikan kepada masyarakat Papua Barat. Layanan-layanan yang di berikan pemerintah daerah kepada masyarakat seperti Penyewaan Gedung, Kendaraan Bis,” ungkapnya.

“Ada juga dari salah satu UPT Dinas Perikanan Papua Barat menyampaikan bahwa mereka melakukan uji mutu terhadap hasil produksi perikanan baik oleh badan usaha maupun masyarakat. Pada saat mau mengajukan uji pelayanan mutu, mereka bisa melakukan Permohonan lewat Aplikasi SAMARIA Papua Barat ini yang mana hasil uji mutunya juga bisa diberikan melalui aplikasi SAMARIA Papua Barat,” sebutnya.

Tak hanya itu, masyarakat kita di Papua Barat sudah banyak yang melakukan pengajuan layanan dapat melaksanakan pembayaran Retribusinya melalui digitalisasi pembayaran seperti QRIS atau Mobile Banking,” pungkasnya. (rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *