Papua Barat

Bupati Hermus Minta Dinsos PB Bongkar Kios, Wajah Manokwari Disorot Jelang Pesparawi Nasional

191
×

Bupati Hermus Minta Dinsos PB Bongkar Kios, Wajah Manokwari Disorot Jelang Pesparawi Nasional

Sebarkan artikel ini
Bupati Manokwari Hermus Indou, S.IP., M.H dalam arahannya saat Rapat Kerja Bupati Se Papua Barat di Aston Manokwari Hotel, Kamis (16/4/2026). FOTO: SURYAARFAK.COM

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Menjelang Pesparawi Nasional XIV pada Juni 2026, Bupati Manokwari Hermus Indou, S.IP., M.H melontarkan pernyataan tegas: bangunan yang dinilai mengganggu keindahan kota harus segera dibongkar, termasuk kios mama-mama Papua di sejumlah titik strategis kota.

Dalam arahannya saat Rapat Kerja Bupati Se Tanah PApua Barat di Aston Manokwari Hotel, Kamis (16/4/2026), Hermus secara terbuka meminta Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui dinas terkait untuk turun langsung menertibkan aset tersebut.

Di hadapan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Sekda Papua Barat Ali Baham Temongmere, para bupati, dan unsur Forkopimda, Hermus menegaskan bahwa penertiban sebaiknya dilakukan oleh pihak yang membangun fasilitas tersebut.

“Saya minta kita bersihkan kota ini sama-sama. Aset pemprov, khususnya pondok mama-mama Papua di sejumlah sudut kota, kalau bisa pemprov yang bangun, maka pemprov juga yang bongkar,” ujarnya.

Ia mengaku khawatir jika pembongkaran dilakukan oleh pemerintah kabupaten, justru akan menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

“Jangan Pemda Manokwari yang bongkar, nanti masyarakat sorot kami. Lebih baik dinas yang bangun itu yang bongkar,” katanya.

Hermus bahkan secara langsung meminta Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Barat untuk membantu pembongkaran kios-kios tersebut demi mempercantik wajah kota.

Menurutnya, penataan kota menjadi hal mendesak mengingat Manokwari akan menjadi salah satu pintu masuk peserta Pesparawi Nasional.

“Peserta datang lewat pelabuhan, mereka lihat kota ini. Bisa tanya, ini bupati siapa? Jadi mari kita sama-sama sambut Pesparawi,” ujarnya.

Pernyataan ini memicu perhatian karena menyangkut penertiban fasilitas yang sebelumnya dibangun untuk mendukung aktivitas ekonomi mama-mama Papua, sekaligus menyoroti kesiapan Manokwari sebagai tuan rumah ajang nasional.(rustam madubun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *