PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Ratusan warga melakukan aksi pemalangan jalan di Jembatan Wariori, Kampung Wariori Indah, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Selasa (23/9/2025).
Aksi dipicu penolakan terhadap rencana penegakan hukum di lokasi tambang emas ilegal serta pembangunan pos penjagaan. Massa juga menuntut pemerintah memberikan izin tambang rakyat.
Aksi dipimpin pemilik hak ulayat Deky Isba bersama tokoh masyarakat, di antaranya Emy Tibiay, Soleman Manseni (Ketua LMA Masni/Anggota DPRK Manokwari), dan Oktovianus Mandacan. Sekitar 150 orang terlibat dengan cara menebang pohon, memasang bambu, serta membentangkan spanduk penolakan.
Kapolsek Masni dan aparat sempat mengimbau agar pemalangan dibuka demi kelancaran aktivitas masyarakat, namun massa bersikeras menunggu kehadiran Kapolda Papua Barat. Negosiasi juga dilakukan Kasat Intelkam Polresta Manokwari, namun warga tetap menolak.
Sekitar pukul 11.37 WIT, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P hadir di lokasi.
Kehadiran Kapolda akhirnya membuat massa membuka palang jalan dengan pengamanan aparat TNI-Polri. Setelah itu, Kapolda berdialog dengan pemilik hak ulayat dan menegaskan agar aktivitas penambangan tidak menggunakan alat berat serta tetap menjaga ketertiban umum.
Kapolda juga memfasilitasi pertemuan antara perwakilan pemilik hak ulayat dengan Bupati Manokwari yang dijadwalkan berlangsung Rabu (24/9/2025) pukul 14.00 WIT di Kantor Bupati. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang dialog membahas tuntutan masyarakat terkait legalitas tambang rakyat.
Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., menegaskan seluruh bentuk aktivitas penambangan emas ilegal (illegal mining) dilarang.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam tambang ilegal yang merusak lingkungan dan berpotensi menimbulkan konflik sosial. Sampaikan aspirasi dengan tertib sesuai aturan hukum. Polri bersama pemerintah daerah selalu membuka ruang dialog untuk mencari solusi terbaik,” ujarnya.
Aksi berakhir kondusif sekitar pukul 12.35 WIT setelah massa membubarkan diri. Aparat gabungan TNI-Polri dipimpin langsung Kapolda Papua Barat bersama jajaran Polresta Manokwari dan Koramil Masni mengawal jalannya aksi hingga tetap aman dan terkendali.(rls)













