Papua BaratPapua Barat Daya

Wagub Papua Barat Daya: Halal Bihalal Perkuat Ketakwaan, Saling Memaafkan

217
×

Wagub Papua Barat Daya: Halal Bihalal Perkuat Ketakwaan, Saling Memaafkan

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, S.Pdi., MM, saat menyampaikan tausiyah dalam kegiatan halal bihalal di Kota Sorong, Minggu (26/4/2026).FOTO: TIM MEDIA WAGUB.

PAPUADALAMBERITA.COM.SORONG –  Wakil Gubernur Papua Barat Daya yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, S.Pdi., MM menegaskan bahwa kegiatan halal bihalal harus menjadi momentum untuk membentuk pribadi yang lebih bertakwa dan pemaaf.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Ahmad Nausrau saat menghadiri halal bihalal yang diselenggarakan Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara di Kota Sorong, Minggu (26/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Ahmad Nausrau yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Papua Barat Daya memberikan tausiyah keagamaan dengan menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai ketakwaan setelah bulan Ramadhan.

Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, S.Pdi., MM, mengikuti kegiatan halal bihalal bersama para undangan dan masyarakat di Kota Sorong, Minggu (26/4/2026).FOTO: TIM MEDIA WAGUB.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 133–134 yang menjelaskan perintah untuk bersegera menuju ampunan Allah serta ciri-ciri orang bertakwa.

Menurut dia, ayat tersebut mengandung pesan agar umat Islam tidak hanya fokus pada ibadah ritual selama Ramadhan, tetapi juga mampu menunjukkan perubahan sikap dalam kehidupan sehari-hari.

“Ayat ini mengajarkan bahwa keberhasilan Ramadhan tercermin dari akhlak kita, seperti menjadi pribadi yang lebih sabar, dermawan, dan pemaaf,” ujar Ahmad Nausrau.

Ia merinci empat poin penting yang dapat diambil dari ayat tersebut, yakni bersegera dalam melakukan kebaikan, menjadi pribadi yang dermawan dalam segala kondisi, mampu menahan amarah, serta memiliki kelapangan hati untuk memaafkan kesalahan orang lain.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Allah SWT mencintai orang-orang yang berbuat ihsan, sehingga halal bihalal seharusnya tidak hanya menjadi tradisi seremonial tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperbaiki diri.

“Kegiatan ini harus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menjaga persatuan umat,” katanya.

Kegiatan halal bihalal tersebut dinilai menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antarwarga serta memperkuat kebersamaan masyarakat di Kota Sorong.(rustam madubun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *