Papua Barat

Dorong Transparansi dan Akuntabilitas, TEP 15  Unhas Latih Pengurus BUMKam Weri dan Saharey

77
×

Dorong Transparansi dan Akuntabilitas, TEP 15  Unhas Latih Pengurus BUMKam Weri dan Saharey

Sebarkan artikel ini
Fakfak
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 15 Universitas Hasanudin Menggelar Kegiatan Penguatan Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam). Senin (26/10/2026). FOTO: ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Universitas Hasanuddin melalui Tim 15 TEP (Transformasi Ekonomi Kampung) menggelar kegiatan Penguatan Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) pada Senin (26/10). Bertempat di Kantor Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak Timur, Papua Barat, kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIT ini berfokus pada peningkatan kapasitas pengurus BUMKam Weri dan Saharey dalam bidang administrasi usaha, pengelolaan aset, pencatatan produksi, dan sistem usaha kolektif.

Pelatihan ini menghadirkan anggota Tim 15 TEP Unhas, Michel O’brien Ridwan Jr., sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, materi disampaikan dengan merujuk pada Buku Panduan Tata Kelola Keuangan dan Aset BUMKam 2026 yang mengusung prinsip transparansi, akuntabilitas, serta tata niaga yang efektif di kawasan transmigrasi Weri-Saharey.

Michel menegaskan bahwa BUMKam memegang peranan strategis sebagai lembaga usaha kampung yang mengelola potensi ekonomi dan aset produktif demi meningkatkan kesejahteraan serta kemandirian masyarakat. Landasan operasional tersebut berpedoman pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa/Kampung.

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 15 Universitas Hasanudin Menggelar Kegiatan Penguatan Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam). Senin (26/10/2026). FOTO: ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

“Keuangan BUMKam diamanatkan untuk dikelola secara profesional dengan menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, efektivitas, dan tertib administrasi,” ujar Michel di hadapan para pengurus BUMKam.

Dalam sesi inti, kegiatan ini membedah berbagai aspek manajerial teknis yang krusial bagi keberlanjutan BUMKam, yang meliputi:

  • Optimalisasi Pendapatan dan Aturan Keuangan: Strategi peningkatan pendapatan asli kampung melalui tata kelola keuangan yang sehat.
  • Siklus Pengelolaan Aset: Panduan menyeluruh mulai dari perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, hingga pengamanan aset kampung.
  • Praktik Pencatatan dan Penentuan Tarif: Pelatihan teknis pembukuan serta penetapan tarif unit usaha yang kompetitif dan berkeadilan.

Sebagai wujud komitmen jangka panjang, kegiatan ini tidak berhenti pada sesi materi di dalam ruangan. Tim 15 TEP Unhas akan segera menindaklanjuti program ini dengan melakukan pendampingan langsung di lapangan.

Fokus utama pendampingan berikutnya adalah memastikan para pengurus BUMKam mampu mengimplementasikan praktik pembuatan pembukuan dan pencatatan operasional secara mandiri. Melalui langkah ini, diharapkan tercipta tata kelola lembaga desa yang profesional, transparan, dan berkelanjutan di wilayah Papua Barat.(rls)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *