Papua Barat

Di Balik Kunjungan Dubes Afrika Selatan, Papua Barat Buka Pintu Peluang Baru

148
×

Di Balik Kunjungan Dubes Afrika Selatan, Papua Barat Buka Pintu Peluang Baru

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubenur Papua Barat, Mohamad Lakotani, SH., M.Si, saat ditemui wartawan di ruang VIP Bandar Udara Rendani, Manokwari, Selasa (27/10/2026). FOTO: FENTY RUMBIAK. JAGATPAPUA.COM

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Kunjungan Duta Besar Afrika Selatan ke Papua Barat membuka harapan bagi penguatan kerja sama di bidang pariwisata dan investasi. Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap pertemuan selama kunjungan tersebut menjadi awal dari kemitraan yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi daerah.

Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani, SH., M.Si mengatakan, pemerintah daerah menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi pilihan Afrika Selatan untuk menjadikan Papua Barat sebagai salah satu tujuan kunjungan diplomatik.

Hal itu disampaikan Lakotani kepada wartawan setelah mengantar kepulangan Duta Besar Afrika Selatan melalui Bandar Udara Rendani, Manokwari, Selasa (27/10/2026).

Menurut Lakotani, pariwisata menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian dalam pembicaraannya dengan Duta Besar Afrika Selatan. Negara tersebut memiliki potensi wisata bahari dengan kekayaan biota laut, serta taman nasional yang menyimpan keanekaragaman hayati dan beragam satwa.

“Beliau punya konsen di bidang pariwisata. Kemarin beliau cerita tentang pariwisata di Afrika Selatan, punya pantai, ada laut yang indah dengan kekayaan biota laut yang signifikan,” kata Lakotani.

Papua Barat sendiri memiliki potensi alam yang dapat dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata. Pemerintah daerah berharap kesamaan perhatian terhadap kekayaan alam dan wisata bahari dapat menjadi pintu masuk bagi pertukaran pengalaman serta penjajakan kerja sama antarkedua pihak.

Selama berada di Papua Barat, rombongan Duta Besar Afrika Selatan telah menggelar sejumlah pertemuan, di antaranya dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta jajaran pemerintah kabupaten.

Rangkaian pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada hubungan seremonial, tetapi berlanjut menjadi agenda kerja sama yang lebih konkret. Pemerintah daerah juga berharap komunikasi yang telah terbangun dapat membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi, pariwisata, dan investasi di Papua Barat.

Lakotani menyampaikan apresiasi atas kesediaan pihak Afrika Selatan untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah. Menurut dia, kunjungan tersebut merupakan kesempatan yang perlu ditindaklanjuti melalui komunikasi dan langkah bersama.

Meski demikian, peluang kerja sama itu masih memerlukan tindak lanjut agar dapat diterjemahkan menjadi program yang terukur dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Selain potensi wisata, persoalan keamanan turut menjadi perhatian dalam pembicaraan dengan awak media. Isu tersebut dinilai penting karena keamanan merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan wisatawan dan investor ketika menentukan tujuan kunjungan maupun penanaman modal.

Menanggapi pertanyaan mengenai kriminalitas, Lakotani mengatakan bahwa peristiwa kejahatan dapat terjadi di berbagai wilayah dunia. Ia menilai kejadian yang bersifat terbatas perlu dilihat secara proporsional.

“Kalau hanya satu-dua, ya itu relatif. Di mana pun di dunia ini ada kejadian semacam itu,” ujarnya.

Namun, pemerintah daerah menyatakan akan mengambil langkah tegas apabila terjadi gangguan keamanan yang berpotensi memengaruhi minat wisatawan maupun investor.

Upaya penanganan keamanan, menurut Lakotani, perlu berjalan seiring dengan penyampaian informasi kepada publik secara luas. Dengan demikian, suatu insiden tidak serta-merta membentuk persepsi negatif yang dapat menghambat kunjungan dan investasi.

Bagi Papua Barat, tantangannya kini bukan hanya memperkenalkan keindahan alam kepada dunia, melainkan juga membangun kepercayaan melalui keamanan, pelayanan, dan kepastian tindak lanjut kerja sama.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *