Papua Barat

Jumlah yang Divaksinasi Naik, Covid-19 Naik, Ini Penjelasan Dokter Arnold

265
×

Jumlah yang Divaksinasi Naik, Covid-19 Naik, Ini Penjelasan Dokter Arnold

Sebarkan artikel ini

Vaksinasi Covid-19 termin ke dua, dosis dua, Rabu (14/4/2021) di RSUD Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

 PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Jumalah orang yang disuntik vaksinasi Covid-19 di Papua Barat terus meningkat, jumlah orang yang terkonfirmasih positif Covid-19 juga terus naik, lantas bagaimana menekan lajunya angka Covid-19? Ini penjelasan Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Papua Barat, dr Arnold Tiniap yang ditemui wartawan, Rabu (14/4/2021) di RSUD Papua Barat.

Baca juga: 12.000 Dosis Vaksin Sinovac Sudah Tiba di Manokwari, Vaksinasi Tahap Tiga Dimulai, Sasaran Masyarakat dan Pengajar

‘’Yang pertama, vaksin memberikan dampak untuk menekan penularan,  vaksin pasti memberikan dampak positof. Yang menjadi masalah kita punya persentase masih rendah,’’ ujar dokter Arnold Tiniap.

Ia mencontohkqn, total jumlah Kabupaten Manokwari ada 170 ribu penduduk,  itu harus dari 120.000 yang divaksin atau 20% dari populasi harus divaksin.

‘’Itu baru efektivitas vaksin dalam mengendali laju epidemi Covid1-9 dan itu kelihatan, kalau sekarang kan kita di Manokwari mungkin baru sekitar 20.000 dari 120 000, dengan jumlah yang masih kecil itu, sebenarnya kita belum bisa menjamin bahwa penularan itu kurang,’’ tutur Arnold Tiniap.

‘’Sama dengan kalau kita lihat data dari Kota Sorong, kota Sorong itu kan jumlah penduduknya sekitar 200-an ribu lebih jadi dengan total 70% itu sekitar 170 an 180-an dari penduduk kota Sorong yang harus dipakai. Kita lihat data kasus covid 19 kota Sorong meningkat,” sebut dokter Arnold.

Lanjut dokter, selain vaksinasi, protokol kesehatan, satu hal yang menjadi penting menekan angka Covid-19 adalah tracking kontak.

‘’Kalau mau bandingkan lagi, beberapa waktu lalu,  itu kita punya tracking kontak rendah. Kita masih bisa mendeteksi penyebaran ini kalau kita punya tracing kontrak renda,  yang kita temukan juga rendah. Jadi tetap vaksinasi memberikan hasil positif dengan catatan presentasi yang kita vaksin harus tinggi dulu, contoh orang yang diberi vaksin tetap harus pakai masker,  kalau dia tidak pakai masker dengan paparan bisa terulang,  dengan lingkungan,  lama kelamaan juga dia akan sakit,  kembali karena infeksinya terjadi berulang kali,’’ tambah Arnold.

Dokter Arnold menceritakan, nahwa negara-negara maju misalnya Singapura atau Israel, negara  kecil dan kaya yang mereka punya cakupannya besar.

Direktur RSUD Provinsi Papua Barat, dokter Arnold Tiniap yang ditemui wartawan, Rabu (14/4/2021) di RSUD Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

Ia mengataan, Singapura dan Israel sudah memperlonggar  protokol kesehatan,  karena negara itu hampir semua penduduknya sudah divaksin.  Contohnya waktu pertandingan bola di Israel penonton boleh masuk tanpa masker,  dengan catatan tadi 70% keatas atau 80% keatas penduduknya yang sudah divaksinasi.

‘’Itu baru kita boleh bisa yakini,  bahwa epidemi covid-19 kita bisa kontrol , tetapi kalau itu belum resiko terpapar itu tetap ada, karena dengan jumlah yang kecil belum bisa memberikan perlindungan. Sebenarnya untuk kita mendapatkan 70% tergantung dari ketersedian vaksinasi,’’ kata Jubir..

‘’Kalau vaksin dari pusat dikirim dalam jumlah yang banyak terus kita bisa melakukan vaksinasi massal secara terus menerus, Idealnya target mendapat waktu 70% itu sebetulnya dalam waktu pendek misal sebetulnya,’’ terangnya.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *