Papua Barat

Aksi Nyata Nilai dan Peran Guru Penggerak

275
×

Aksi Nyata Nilai dan Peran Guru Penggerak

Sebarkan artikel ini

Calon Guru Penggerak Kabupaten Manokwari siap sukseskan Merdeka Belajar. PAPUADALAMBERITA. FOTO: ISTIMEWA

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Program pendidikan guru penggerak tahap dua yang merupakan program kementrian pendidikan, merupakan program yang sangat membantu guru dalam meningkatkan maupun mengembangkan nila dan peran guru sebagai seorang pendidik. Sehingga guru bukan sebagai pengontrol namun diharapkan mampu menuntun siswanya menjadi manusia yang merdeka.

Pada program Pendidikan Guru Penggerak yang dilaksanakan selama sembilan bulan, yakni sejak April hingga Desember 2021, diharapkan calon guru penggerak dapat meningkatkan kompetensinya sehingga mampu menjadi seorang guru penggerak yang memahami nilai dirinya serta nilai dan peran sebagai guru yang akan dikembangkan.

Refleksi seorang guru mampu mendeskripsikan nilai diri yang telah ada maupun nilai diri yang akan dikembangkan. Guru penggerak paham bagaimana manusia tergerak, bergerak, menggerakkan.

Nilai guru penggerak yang harus tumbuh dan dikembangkan yaitu:

(1) Mandiri : guru diharapkan mampu mengembangkan dirinya secara mandiri sehingga mampu memotivasi siswa dalam melakukan hal-hal baik/praktik baik.

(2) Reflektif : Guru sebagai pemimpin pembelajaran diharapkan mampu melakukan refleksi dalam setiap pembelajaran yang dilakukan agar dapat mengembangkan diri dengan nilai-nilai positif.

(3) Kolaboratif : Guru mampu berkolaborasi dengan teman sejawat/lintas mapel baik dalam forum KKG/MGMP untuk meningkatkan kualitas diri sebagai seorang pendidik.

(4) Inovatif : Guru selalu berinovasi mengembangkan pembelajaran yang bermakna sehingga merdeka belajar dan merdeka mengajar dapat tercapai yang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman berdasarkan pemikiran Ki Hajar Dewantara.

(5) Berpihak pada anak: Guru menjadikan siswa  sebagai subyek yang akan dikembangkan agar mencapai profil pelajar pancasila. Dengan nilai-nilai tersebut, maka guru harus dapat menigkatkan perannya sebagai pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, mendorong kolaborasi antar guru, menjadi coach bagi guru lain serta mewujudkan kepemimpinan pada siswa.

Guru penggerak mampu mengelolah dan memahami emosinya serta cara kerja otak dalam meningkatkan nilai karakter yang akan ditumbuhkan dari peserta didik/siswa. Sehingga nilai karakter yang ditumbuhkan tersebut dapat sesuai dengan profil pelajar pancasila yang diharapkan. Guru penggerak juga diharapkan mampu mengembangkan nilai dan perannya sebagai guru penggerak agar dapat mencapai profil pelajar pancasila yang di tumbuhkan melalui keteladanan serta pembiasaan yang konsisten secara sistematik. Pembiasaan yang terus menerus akan menjadi sebuah kebiasaan, sedangkan sebuah kebiasaan yang terus dilakukan akan menjadi karakter yang mengakar.

Pendampingan Guru Penggerak oleh Pengajar Praktik Pendidikan Guru Penggerak. PAPUADALAMBERITA. FOTO: ISTIMEWA

Dalam mengembangkan nilai dan peran guru penggerak, seorang guru selalu menerapkan pemikiran dan filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara, dimana “pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia, maupun anggota masyarakat “(Ki Hadjar Dewantara, 1936, Dasar-Dasar Pendidikan, hal.1, paragraf 4)

Filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara yang selau diterapkan dalam mengembangkan nilai dan peran guru penggerak seperti : filosofi petani, menghamba pada anak, memahami kodrat anak yaitu kodrat alam dan zaman, sehingga mampu memperbaiki lakunya baik dari segi sikap budi pekerti atau selaras antara cipta rasa dan karsa serta budi pekerti yang sesuai sehingga siswa menjadi manusia yang berkarakter merdeka sesuai dengan profil pelajar pancasila yang diharapkan.

Melatih Jiwa Spiritual Siswa dalam Pembelajaran Jarak Jauh.

Zoom Meeting: Refleksi Pembelajaran

Pembelajaran Jarak Jauh selama pandemi Covid-19 yang diterapkan di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Insan Mulia Manokwari telah dirancang sedemikian baik terutama desain pembelajaran yang berkolaborasi dengan orang tua siswa sebagai pendamping siswa di rumah.

Modul pembelajaran yang diberikan di awal pekan yang memuat kompetensi dasar yang harus dicapai siswa, serta cakupan materi maupun bahan refleksi siswa sangat membantu orang tua sebagai pendamping anak di rumah maupun membantu guru dalam mengukur ketercapaian kompetensi dasar yang diharapkan.

Pembelajaran yang dilaksanankan setahun ini secara online tetap bisa menerapkan pembiasaan adab-adab islami seperti halnya pembiasaan yang diterapkan ketika pembelajaran tatap muka, karena pembiasaan adab ini menjadikan kunci pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah islam terpadu.

Siswa bukan saja cerdas dalam segi kognitif namun baik dalam segi spiritual, sosial dan ketrampilan sebagai bekal hidup yang akan menjadi karakter yang mengakar.

Dalam pengembangan sisi spiritual siswa pada pembelajaran jarak jauh maka guru memberikan motivasi dan menuntun siswa agar tetap menjalankan ibadah di rumah seperti pembiasaan berwudhu sebelum belajar, sholat dhuha, murojaah hafalan Qur’an serta Baca Tulis Quran sebelum memulai pembelajaran inti, serta pelaksanaan sholat 5 waktu.

Dalam pengembangan sisi sosial maupun ketrampilan, gurupun menyesuaikan dengan kompetensi dasar (KD) pada muatan materi pembelajaran, sehingga sisi sosial dan ketrampilan/psikomotorik siswa tetap dapat tercapai yang dapat dipantau guru melalui aplikasi pembelajaran seperti whatsapp grup, google class room, google form, media zoom dan laiinya.

Semoga Program Pendidikan Guru Penggerak dapat menghadirkan kebaikan dalam mencapai merdeka belajar dan merdeka mengajar sesuai filosofi dan pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam mencapai profil pelajar pancasila.(tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *