Papua Barat

Alphard Ditolak, Gubernur Pakai Hilux Bekas, Bawahannya Melaju dengan Fortuner

591
×

Alphard Ditolak, Gubernur Pakai Hilux Bekas, Bawahannya Melaju dengan Fortuner

Sebarkan artikel ini
Saya berpose depan mobil dinas Gubernur Papua Barat PB 1, Toyota Hilux yang digunakan Drs. Dominggus Mandacan, M.Si dalam kesehariannya sebagai simbol kesederhanaan dan keteladanan seorang pemimpin. FOTO: JIMMY TABISU.PAPUADALAMBERITA

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARIDi tengah hiruk-pikuk jabatan dan kemewahan yang menyertainya, Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si, memilih jalan berbeda.

Baca juga: Gubernur Perintahkan Sekwan Tertibkan Mobil Dinas, Ada Kabag DPR Kuasai 5 Unit 1 Fortuner

Selama dua periode kepemimpinannya, pria yang juga Kepala Suku Besar Kabupaten Pegunungan Arfak ini tak pernah silau dengan kemewahan fasilitas negara.

Alih-alih menggunakan mobil dinas mewah sekelas Toyota Alphard atau Fortuner, ia justru setia pada  Toyota Hilux, mobil bekas yang dibawanya sendiri dari Sorong.

Baca juga: Gubernur Pertanyakan 3 Mobil Hadiah Paritrana Award dari PT Jamsostek yang Raib

Saat memimpin apel gabungan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (16/6/2025), Dominggus secara terbuka menceritakan keputusannya menolak fasilitas kendaraan dinas baru dari Sekretariat Kantor Perwakilan di Jakarta.

“Kemarin waktu staf sekretariat Jakarta bilang, ‘Pak Gubernur kita belikan Alphard untuk mobil dinas’, saya bilang tidak usah. Yang ada saja kita pakai dan maksimalkan,” ungkapnya dengan nada tenang namun penuh makna.

Langkah Dominggus bukan semata gaya hidup, melainkan bentuk keteladanan. Sebagai seorang pamong praja senior, Lulusan APDN Jayapura dan IIP Jakarta ini ingin memberi contoh bahwa jabatan bukan alasan untuk bergaya hidup mewah di tengah masyarakat yang masih berjuang dalam keterbatasan.

Tak hanya menolak Toyota Alphard, Dominggus juga enggan menggunakan Toyota Fortuner sebagai mobil dinas pribadi, meskipun statusnya sebagai Gubernur memberinya hak penuh atas kendaraan tersebut.

Mobil Fortuner justru ia instruksikan untuk dipakai menyambut tamu-tamu penting yang datang ke Papua Barat.

“Terima kasih sudah kasih mobil dinas Fortuner, tetapi saya pakai Hilux saja. Simpan Fortuner itu untuk tamu-tamu nanti,” katanya dalam kesempatan berbeda saat memberikan arahan kepada ASN pada Apel Gabunga di lingkungan Pemprov Papua Barat.

Sikap ini menjadi ironi ketika ia mengetahui ada pejabat eselon III dan IV di lingkungannya yang justru menggunakan Toyota Fortuner sebagai kendaraan dinas, padahal mobil itu diperuntukkan untuk jabatan setingkat Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekda.

Ia hanya bisa geleng-geleng kepala.

‘’Saya sudah perintahkan Bagian Keuangan dan Aset untuk menertibkan penggunaan kendaraan dinas, berikan sesuai jabatan dan kebutuhan,” tegasnya.

Sosok Dominggus Mandacan memang dikenal merakyat. Kendaraan dinas bagi dirinya bukan simbol kekuasaan, melainkan alat kerja yang harus efisien dan tepat guna.

Ketika sebagian memilih kenyamanan kabin mewah, Dominggus justru mantap dengan suspensi tangguh Hilux, menyusuri jalan-jalan pelosok dalam kunjungan kerjanya.

Dalam kesederhanaannya, tersimpan pesan kuat: Seorang pemimpin tak harus menunjukkan kuasa dari jenis kendaraan yang ia gunakan, tapi dari sikap dan keteladanan yang ia tunjukkan setiap hari.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *