Papua Barat

Aresty Gunar Tinarga Pergi, Doa dan Air Mata Mengalir dari Manokwari hingga Magelang

2313
×

Aresty Gunar Tinarga Pergi, Doa dan Air Mata Mengalir dari Manokwari hingga Magelang

Sebarkan artikel ini
Ungkapan duka cita dan doa mengalir di media sosial atas kepergian Aresty Gunar Tinarga (TN XIII).Dari berbagai akun sahabat dan rekan sealmamater, ucapan belasungkawa membanjiri lini masa, sebuah bukti bahwa almarhumah dikenal sebagai sosok yang ramah, ceria, dan penuh kebaikan.FOTO: Tangkapan Layar Ucapan Duka Di Media Sosial.PAPUADALAMBERITA.COM

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI-Kepergian Aresty Gunar Tinarga pada 10 November 2025 meninggalkan duka yang mendalam, bukan hanya bagi suami, orang tua, dan keluarga tercinta, tetapi juga mengguncang hati banyak orang di Manokwari, Papua Barat.

Baca juga: Polisi Bawa Anjing K9 dan Baju Pelaku Cari Istri Pejabat KPP Manokwari yang Ditemukan di Septic Tank

Rasa kehilangan itu pun terasa hingga ke SMA Taruna Nusantara Magelang, tempat almarhumah yang lahir tahun 1987 itu menempuh pendidikan dan menimba banyak nilai kehidupan semasa sekolah menengah.

Aresty, istri dari seorang pejabat di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Manokwari, dilaporkan hilang sejak Senin siang (10/11/2025). Belakangan, kabar duka tentang dirinya menyebar luas dan mengetuk hati banyak orang, terutama para sahabat dan rekan sealmamaternya di TN Angkatan XIII (ATLAS 13).

Di berbagai akun media sosial, doa dan ucapan belasungkawa terus mengalir.

Melalui akun Instagram @tn13atch, keluarga besar almamater menulis penuh haru:

“Dear Aresty, sahabat tercinta…

Semoga jiwamu tenang di sisi-Nya.

Kami akan selalu mengenang dan mendoakanmu — sosok ceria, baik hati, dan penuh kebaikan yang tak akan terlupa.”

Ungkapan duka juga datang dari akun @ben_wae20 yang menulis:

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya bersaksi Ageth adalah orang baik. Selamat jalan, adikku. Semoga husnul khatimah, diberi tempat terbaik di sisi Allah SWT, dilimpahkan pahala, dan dihapuskan segala kealphaan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.”

Sementara itu, akun @irene.umar menulis singkat namun sarat makna:

“Deepest deepest condolences.”

Yang berarti “Turut berduka cita sedalam-dalamnya.”

Ia pun menambahkan, “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah menempatkan Aresty di surga yang mulia. Aamiin.”

Ungkapan duka cita dan doa mengalir di media sosial atas kepergian Aresty Gunar Tinarga (TN XIII).Dari berbagai akun sahabat dan rekan sealmamater, ucapan belasungkawa membanjiri lini masa, sebuah bukti bahwa almarhumah dikenal sebagai sosok yang ramah, ceria, dan penuh kebaikan.FOTO: Tangkapan Layar Ucapan Duka Di Media Sosial.PAPUADALAMBERITA.COM

Dari platform lain, akun Facebook Ikatan Keluarga SMA Taruna Nusantara (IKASTARA) juga menuliskan pesan duka:

“Keluarga besar IKASTARA turut berduka cita atas berpulangnya Kakak Aresty Gunar Tinarga (TN XIII). Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan.”

Ucapan serupa datang dari akun @cakrawalaxxvi mewakili Cakrawala TN 26:

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami keluarga besar Cakrawala TN 26 turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar TN 13 (ATLAS) atas berpulangnya ke Rahmatullah Kak Aresty Gunar Tinarga (TN 13). Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah almarhumah, mengampuni dosa dan khilafnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.”

Mereka juga menyampaikan harapan bagi keluarga dan sahabat yang ditinggalkan agar senantiasa diberi kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan menghadapi ujian kehilangan ini.

Kepergian Aresty bukan hanya meninggalkan kenangan manis di hati mereka yang mengenalnya, tetapi juga menghadirkan pesan bahwa setiap kebaikan yang pernah kita tebarkan akan terus hidup di ingatan orang-orang yang mencintai kita.(rustam madubun)

Suami korban mengenakan batik hijau tampak mendampingi jenazah istrinya yang telah dimasukkan dalam kantong mayat, saat dibawa menuju mobil jenazah untuk dibawa ke rumah sakit guna proses otopsi. FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *