Papua Barat

Bawakan Mars MTQ, Paduan Suara Gereja Katolik Wayati Tampil Mengesankan

214
×

Bawakan Mars MTQ, Paduan Suara Gereja Katolik Wayati Tampil Mengesankan

Sebarkan artikel ini
Fakfak
Paduan Suara Gereja Katolik Santo Gerardus Mayela Kampung Wayati Nyanyikan Lagu Mas MTQ Pada Pembukaan MTQ ke- XI Kabupaten Fakfak Yang Diselenggarakan di Kotam, Fakfak Timur Tengah. Kamis (02/10/2025). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Paduan suara Gereja Katolik Santo Gerardus Mayela Kampung Wayati Tampil memukau pada pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke- XI Kabupaten Fakfak yang berlangsung Rabu malam (01/10/2025) di Kotam, Distrik Fakfak Timur Tengah.

Paduan suara Gereja Katolik Santo Gerardus Mayela Wayati tampil di panggung arena  pembukaan MTQ XI Kabupaten Fakfak dengan membawakan tiga lagu, salah satunya mars MTQ yang diciptakan Agus Sunaryo. Mereka tampik mengesankan di panggung MTQ dengan suara yang merdu nyanyikan mars MTQ.

Penampilan paduan suara Gereja Katolik Wayati yang sebagian besar wanita, mereka mengenakan baju kebaya Fakfak warna putih dibalut kemben batik Papua warna merah muda.Suara mereka menggema membawakan mars MTQ. membuat suasana dingin pantai Kotam dan hembusan angin gunung Mbaham menjadi hangat.

Nyanyikan mars MTQ dengan merdu hingga paduan suara ini mendapat pujian dari pejabat dan umat Muslim yang memadati arena MTQ di Kampung Kotam, Fakfak Timur Tengah. Penampilan mereka dengan membawakan lagu tersebut di tengah ratusan umat Muslim,  menunjukan eratnya toleransi dalam kebersamaan umat beragama di Fakfak dengan simbol satu tungku tiga batu.

Penampilan paduan suara Gereja Katolik Wayati, di tengah – tengah Umat Muslim mendapatkan pujian dan kebanggaan dari  Sekda Papua Barat, Drs. Ali Baham Temongmere, MTP, yang pernah menjadi bagian dari Warga Kampung Wayati.

“Saya bangga sekali dari Paduan Suara Gereja Katolik menyanyikan lagu mars MTQ, Saya ingat Bapa waktu Kepala Desa di Wayati itu orang Katolik yang pilih Bapa jadi Kepala Desa dan Bapa masuk di Gereja mendengar lagu – lagu rohani di dalam gereja. Hari ini keluarga dari Wayati yang nyanyikan mars MTQ,” ujarnya.

Ternyata lanjut Ali Baham nilai toleransi yang pernah di rasakan waktu di Wayati hingga saat ini terus ada. Nilai toleransi dan kebersamaan yang telah ditanamkan orang tua kita hingga saat ini masih ada.

“Orang tua pesan, kalian jadi satu baru negeri ini indah, negeri ini baik. Kalau semua punya hati satu baru negeri ini menjadi indah, negeri ini menjadi bagus,” ucapnya menggunakan bahasa Mbaham.(Enrico Letsoin)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *