Papua Barat

Bernostalgia di Terminal Thumburuny, Menteri Bahlil Kemudikan Angkot, Penumpangnya Para Sopir

528
×

Bernostalgia di Terminal Thumburuny, Menteri Bahlil Kemudikan Angkot, Penumpangnya Para Sopir

Sebarkan artikel ini
Menteri ESDM
Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia Kemudikan Angkot di Terminal Thumburuny Fakfak. Minggu (16/11/2025). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Walaupun sudah menjadi Menteri Energi Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI), Bahlil Lahadalia tidak lupa dengan kenangannya di Terminal Thumburuny Fakfak, tempat yang mengajarinya tentang kerasnya hidup di atas roda angkutan umum.

Di momen HUT ke- 125 Kota Fakfak, Bahlil kembali bernostalgia di terminal Thumburuny, mengenang kembali kisah 35 tahun lalu hidup sebagai anak terminal, yang bergekantung di pintu angkot (kernet) hingga naik profesi menjadi sopir angkot di Fakfak.

Minggu siang (16/11/2025) setelah meresmikan pasar Rakyat  Fakfak, orang nomor satu di Kementerian ESDM berkunjung ke terminal tersebut untuk bernostalgia bersama teman – teman sopirnya di masa 1990 hingga 1995..

Kehadiran Ketua DPP Golkar yang akrab disapa BL bersama Bupati Samaun Dahlan, Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik, Sekda Papua Barat Ali Baham Temongmere, Forkopimda dan Mantan Bupati Fakfak Untung Tamsil disambut para sopir angkot. Mereka (para sopir) merasa senang dan gembira dengan kehadian Bahlil di terminal untuk bernostalgia kembali di bangunan yang kini tidak berfungsungsi.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Bernostalgia Bersama Teman – Teman Sopir di Terminal Thumburuny. Minggu (16/11/2025). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

Nostalgia dengan hanya menikmati teh manis dan kopi hitam yang disiapkan, membawa kembali keakraban Menteri Bahlil dan rekan – rekan sopir, untuk mengenang 35 tahun lalu, kisah Bahlil mengadu nasib di terminal, yang penuh kenangan itu.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil juga mengungkapkan kisahnya jadi sopir angkot pada tahun 1992 hingga 1995, salah satunya, sering kena tilang dari Polisi Lalu Lintas.”Saya sering kena tilang dari Anggota Polisi Lalu Lintas, Bahlil pun sebut nama anggota tersebut yang kini telah pensiun di Polres Kaimana,” ungkapnya.

Di suasana itu siang sebelum mengakhri nostgianya, Bahlil bahkan  mengemudikan angkot warnah putih dengan nomor polisi PB 7241 F, dengan membawa penumpang para sopir yang menjadi temannya di masa lalu. Dia bahkan menunjukan kebolehannya mengemudikan angkot mengelilingi sekitar Thumburuny.

Mengemudikan angkot tidak asing bagi Bahlil, namun ketika roda kendaraan sudah berputar menyusuri aspal terminal yang sudah rusak, membuat para ajudannya bersiaga mengikuti arah angkot yang dikemudikan Menteri ESDM itu.

Kurang lebih 5 sampai 10 menit Bahlil menguji ketangkasannya mengemudikan angkot berpenumpang teman – teman sopirnya, mengelilingi areal Thumburuny, hingga kembali ke terminal dengan selamat.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Bersama Teman – Teman Sopir Yang Pernah Bersamanya di Terminal Thumburuny Fakfak. Minggu (16/11/2025). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

Reuni kali ini, Bahlil memberikan kado HUT ke- 125 Kota Fakfak kepada para sopir, dengan membantu memberikan SIM gratis. Tidak hanya membantu memberikan SIM gratis, namun orang nomor satu di Kementerian ESDM ini, juga memberikan sedikit rezekinya kepada para sopir tersebut, yang telah mengukir kisah hidup bersamanya di terminal ini.

Beberapa sopir angkot ini juga mengungkap kenangan bersama Bahlil di terminal Thumburuny selama 5 tahun (1990 hingga 1995). Sejak Bahlil masih di bangku kelas 2 SMP PGRI hingga 3 tahun menyelesaikan pendidikan di SMEA Yapis Fakfak.

Banyak suka duka bersama Bahlil di terminal Thumburuny namun dari sekian Sopir bahkan mantan kernetnya enggan membeberkan, kisah hidupnya di terminal, dihadapan Bupati dan Wakil Bupati Fakfak serta Sekda Papua Barat dan Mantan Bupati Untung Tamsil.

Ada kisah Bahlil telat masuk, diceritakan salah satu sopir, “Dia (Bahlil) waktu di SMEA Yapis sering masuk sekolah terlambat. SMEA masuknya pukul 14.00 WIT dan pulang pukul 18.00 WIT, tetapi Bahlil masuknya pukul 16.00 WIT,” ungkapnya.

Usai bernostalgia bersama sopir angkot di masanya, Bahlil kembali berfoto bersama dengan para sopir itu, sebelum meninggalkan terminal Thumburny yang telah menjadi bagian dalam kenangan hidupnya di Fakfak –  Papua Barat.(Enrico Letsoin)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *