PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat terus diperkuat. Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, bersama Komandan Kodim (Dandim) 1803/Fakfak dan Wakil Ketua DPRK Fakfak, Abdul Rahman, dan Anggota DPRP Papua Barat Saleh Siknun yang juga berasal dari Arguni, dengan didampingi Kepala Distrik Arguni, melakukan peninjauan langsung ke lokasi Dapur Sehat Badan Gizi Nasional (BGN) yang terletak di Kampung Arguni, Distrik Arguni.
Kegiatan peninjauan langsung dapur BGN Kampung Arguni dilakukan dalam rangkaian Safari Ramdhan yang berlangsung di wilayah tersebut. Menariknya, pemantauan fasilitas gizi ini dilaksanakan sesaat setelah rombongan menunaikan ibadah salat tarawih berjamaah di Masjid Al-Amin, Kampung Taver, Sabtu (28/02/2026).
Peninjauan langsung Dapur Badan Gizi Nasional atau Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) Kampung Arguni, yang dilakukan Bupati dan Damdim serta Wakil Ketua DPRK Fakfak untuk memastikan kebersihan ruang penyimpanan, dapur, alat masak
Usai meninjau kesiapan Dapur BGN, Bupati Samaun menegaskan pentingnya keberadaan Dapur Sehat ini sebagai pilar utama dalam menekan angka stunting dan memperbaiki pola konsumsi gizi masyarakat di pelosok. Bupati berharap agar fasilitas ini tidak sekadar menjadi bangunan fisik, tetapi segera memberikan dampak nyata.
”Kami berharap Dapur Sehat BGN ini dapat segera beroperasi secara maksimal agar manfaatnya langsung dirasakan oleh warga, terutama dalam menjamin asupan gizi anak-anak kita di Kampung Arguni,” ujar Bupati.
Senada dengan Bupati, Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf. Wahlin Rahman, S.Pd, juga berharap agar Dapur Sehat BGN di Kampung Arguni yang telah siap ini agar dapat diopeasikan guna memberikan layanan gizi bagi anak – anak Sekolah di kampung tersebut.
Dapur Sehat Badan Gizi Nasional yang ada di Kampung Arguni, Distrik Arguni, diketahui akan memberikan layanan makan bergizi gratis bagi para siswa Sekolah Dasar (SD) di Kampung tersebut.
Diketahui dapur Badan Gizi Nasional yang siap beroperasi ini, direncanakan akan diaktifkan setelah bulan suci Ramadhan ini. “Masih bulan puasa sehingga dapur ini belum beroperasi, rencananya selesai Ramadhan ini baru akan difungsikan,” ujar salah satu warga Arguni.(Enrico Letsoin)













