Papua Barat

Bupati Fakfak Buka-Bukaan Soal Cadangan Gas Ubadari, Lebih Besar Cadangan Blok GAEA

343
×

Bupati Fakfak Buka-Bukaan Soal Cadangan Gas Ubadari, Lebih Besar Cadangan Blok GAEA

Sebarkan artikel ini
Bupati Fakfak
Bupati Fafak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., Ketika Menghadiri Prosesi Adat Pembukaan Palang Seismik di Arguni. Rabu (11/03/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Ketika menghadiri prosesi adat pembukaan palang (sasi adat/kera-kera) proyek seismik bp Indonesia di Kampung Taver, Distrik Arguni, Bupati Fakfak Samaun Dahlan, yang didampingi Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik,  memberikan penjelasan mendalam kepada masyarakat Distrik Arguni terkait aktivitas seismik dan rencana produksi di Lapangan Ubadari.

Prosesi adat pembukaan palang  seismik di perairan Arguni, yang juga dihadiri unsur Forkopimda, para Asisten Setda dan Kepala OPD, Staf Khusus Bupati, serta beberapa Raja, Bupati Samaun Dahlan menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah agar Fakfak segera beralih status dari daerah terdampak menjadi daerah penghasil migas.

​Bupati meluruskan isu yang beredar mengenai eksploitasi gas di wilayah tersebut. Samaun  menegaskan, hingga saat ini, belum ada gas yang diambil dari perut bumi Arguni oleh pihak perusahaan (BP).

​”Saya perlu sampaikan supaya masyarakat tahu, selama ini negara dan perusahaan belum mengambil gas setitik pun dari Blok Ubadari. Saat ini proses penyiapan produksi masih berjalan,” tegas Bupati di hadapan para tokoh adat dan masyarakat petuanan Arguni, Selasa (10/03/2026).

Dalam arahannya, Bupati Samaun Dahlan, membandingkan cadangan gas di Ubadari yang hanya sebesar 1,3 Trillion Cubic Feet (TCF), jauh di bawah cadangan Bintuni yang mencapai 17,8 TCF. Kondisi ini sempat membuat perusahaan ragu karena tingginya biaya investasi pipa menuju LNG Tangguh.

​Namun lanjutnya,  berkat komunikasi intensif dengan Pemerintah Pusat, proyek ini tetap didorong agar Fakfak bisa mendapatkan Dana Bagi Hasil (DBH) sebagai daerah penghasil. “Kalau bukan kita dorong ke Bapak Menteri ESDM, mungkin proyek ini belum  jalan karena cadangannya kecil. Kita harus masuk dulu jadi daerah penghasil, agar APBD kita bisa meningkat seperti daerah lain,” jelasnya.

Selain memaparkan kondisi cadangan gas blok Ubadari, Bupati Samaun Dahlan menyampaikan kabar gembira mengenai penemuan cadangan migas di Blok GAEA 1 (Wartutin hingga Karas) dan Blok GAEA 2 (Karas hingga Kaimana). Total potensi cadangan di kedua blok tersebut mencapai 106,9 TCF, jauh melampaui cadangan Natuna (46 TCF) dan Masela (18,5 TCF).

​”Ini adalah berkat di depan mata. Jika ditotal, cadangan ini jauh di atas cadangan gas terbesar yang dimiliki Indonesia saat ini,” ungkap Bupati seraya menambahkan bahwa rencana pembangunan kilang di Fakfak mulai dikaji karena tingginya potensi di blok GAEA 1 dan 2.

Menanggapi aspirasi masyarakat terkait aktivitas di lapangan, Bupati meminta Raja Arguni dan masyarakat untuk menunjuk lima orang perwakilan untuk berangkat ke Jakarta guna berdialog langsung dengan SKK Migas dan bp Indonesia.

​Samaun Dahlan berharap segala persoalan diselesaikan dengan kepala dingin agar tidak menghambat peluang besar di masa depan. Bupati juga menjadwalkan pertemuan bersama tokoh agama dan para Raja setelah Idul Fitri untuk membahas pengelolaan Blok GAEA secara matang.

​”Mari kita mulai dari yang kecil (Blok Ubadari) untuk menuju yang besar (Blok GAEA). Semua ini tujuannya hanya satu, yaitu kesejahteraan masyarakat Fakfak,” pintanya dihadapan para tokoh masyarakat di Kampung Taver, Distrik Arguni.(Enrico Letsoin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *