Papua Barat

Bupati Fakfak Tegaskan 20 Persen Dana Kampung Untuk Ketahanan Pangan

176
×

Bupati Fakfak Tegaskan 20 Persen Dana Kampung Untuk Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Bupati Fakfak
Bupati Fakfak Samaun Dahlan Memberikan Arahan Ketika Menghadiri Panen Padi di Kampung Kinam Distrik Kokas. Sabtu (27/12/2025). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Menjelang tahun anggaran 2026, Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.A.P., menegaskan seluruh Pemerintahan Kampung di wilayah Kabupaten Fakfak, untuk  mengalokasikan minimal 20% dari Dana Kampung, khusus untuk memperkuat sektor ketahanan pangan.

​Pernyataan tersebut disampaikan langsung Bupati Samaun Dahlan, ketika menghadiri acara panen padi organik yang berlangsung di Kampung Kinam, Distrik Kokas, Sabtu (27/12/2025).  Langkah ini diambil guna memastikan kemandirian pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

​Bupati Samaun menekankan bahwa penegasan ini bukan sekadar imbauan, melainkan kewajiban yang akan dipantau ketat melalui proses audit. Dia memberikan simulasi konkret mengenai besaran dana yang harus dikelola.

​”Mulai tahun 2026, uang 200 juta rupiah (dari asumsi 1 miliar dana desa) harus dibuka untuk dibagikan kepada petani – petani supaya mereka bisa menanam. Ini wajib. Kalau tidak dilakukan, nanti pemeriksaan (audit) akan kena,” tegas Bupati dengan nada lugas.

Selain dana kampung dialokasikan 20% untuk petani, Bupati juga meminta para Kepala untuk mengalokasikan dana untuk PKK dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAU), tegas Samaun di Kinam.

​Kebijakan ini diharapkan dapat menjawab kendala permodalan yang sering dihadapi petani di kampung-kampung, sehingga produktivitas lahan dapat meningkat secara signifikan.

​Selain urusan produksi di lahan, Bupati juga menaruh perhatian besar pada ekosistem pasar. Orang nomor satu di Kabupaten Fakfak ini, secara khusus menantang para lulusan sarjana di Fakfak untuk tidak hanya terpaku mengejar pekerjaan sebagai tenaga honorer di instansi pemerintah.

​Menurutnya, anak muda terpelajar harus berani mengambil peran sebagai pengelola koperasi dan mediator pasar. Tugas mereka adalah menjembatani hasil panen dari kampung ke pasar kota melalui sistem kontrak yang sehat.

​”Harapannya, para sarjana bisa mengelola koperasi dan mendistribusikan hasil tani dengan sistem kontrak yang menguntungkan petani. Kita butuh anak muda yang mampu mengorganisir pasar,” tambahnya.

​Sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap produktivitas di Distrik Kokas, acara panen raya ini ditutup dengan penyerahan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) secara simbolis.

​Bantuan tersebut diserahkan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan serta Dinas Pertanian kepada perwakilan kelompok tani setempat. Bantuan ini diharapkan dapat mempermudah kerja petani dan nelayan dalam mengelola potensi alam yang melimpah di wilayah Fakfak.

​Dengan integrasi antara kebijakan anggaran, keterlibatan pemuda, dan bantuan alat kerja, Pemerintah Kabupaten Fakfak optimis ketahanan pangan daerah akan semakin kokoh di tahun-tahun mendatang.

Pantauan media ini, panen padi  di Kampung Kinam, yang dihadiri  Wakil Bupati  Drs. Donatus Nimbitkendik, MT, dan Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf. Wahlin Rahman, S.Pd., Kapolres Fakfak AKBP. Hendriyana, Ketua TP PKK Fakfak Nurwidayati Samaun Dahlan, Ketua GOW Fakfak, Sri Vonny Notanubun Nimbitkendik dan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Fakfak, M. Soleh serta jajaran Kepala Dinas terkait dan tokoh masyarakat setempat. (Enrico Letsoin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *