Papua Barat

Serahkan Bubu dan Coolbox, Wabup Fakfak : Kinam Miliki Potensi Perikanan dan Pertanian

147
×

Serahkan Bubu dan Coolbox, Wabup Fakfak : Kinam Miliki Potensi Perikanan dan Pertanian

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Fakfak
Bupati Fakfak Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik, Menyerahkan Bantuan Bubu dan Coolbox Kepada Masyarakat Kampung Kinam, Distrik Kokas, Fakfak - Papua Barat. Sabtu (27/12/2025). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.A.P., bersama Wakil Bupati Drs. Donatus Nimbitkendik, MT., menyerahkan alat tangkap (bubu) kepting sebanyak 300 dan Coolbo sebanyak 50 untuk masyarakat Kampung Kinam, Distrik Kokas, Fakfak – Papua Barat.

Penyerahan saran dan prasarana tersebut dari alokasi Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Fakfak, yang diserahan Bupati dan Wakil Bupati saat menghadiri panen padi organik di Kampung Kinam. Penyerahan sarpras ini di dampingi Plt Kadis Perikanan dan Kelautan Fakfak, Jubair Hegemur, Sabtu (27/12/2025).

Ketika penyerahan bantuan perikanan tersebut, Wakil Bupati Fakfak Drs. Donatus Nimbitkendik, menyebut bahwa Kinam memiliki keunggulan strategis yang jarang dimiliki wilayah lain, karena Kampung Kinam memiliki potensi besar di sektor perikanan sekaligus pertanian.

​Wakil Bupati menekankan bahwa masyarakat Kinam memiliki ketahanan ekonomi yang kuat karena mampu mengelola hasil laut dan hasil bumi secara bersamaan. Potensi tanah dari wilayah Kinam hingga Warimu dinilai sangat menjanjikan dan subur dibandingkan dengan beberapa wilayah uji coba lainnya.

​”Masyarakat di sini luar biasa karena menjalankan dua sektor kehidupan sekaligus. Potensi ini harus dikelola dengan baik agar Kinam benar-benar menjadi sentra pangan yang mandiri,” ujar Donatus di hadapan jajaran Forkopimda dan masyarakat setempat.

​Dalam upaya mewujudkan kemandirian tersebut, pemerintah mendorong tokoh masyarakat, Kamal Weripang, untuk mulai mengatur tata ruang lahan kampung secara sistematis. Hal ini perlu dilakukan guna mencegah konflik internal keluarga di masa depan.

Pembagian lahan diharapkan jelas peruntukannya, mulai dari ​Perkebunan Pala sebagai komoditas unggulan, lahan hortikultura untuk sayur-mayur dan lahan Persawahan bagi kebutuhan pokok, ujar Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik.

​Menariknya, Donatus Nimbitkendik, juga mengingatkan agar pemerintah dan masyarakat tidak hanya terpaku pada tanaman padi. Tetapi penting juga melestarikan tanaman pangan lokal asli Papua seperti keladi, petatas (ubi jalar), dan pisang.

Menurut orang nomor dua di Kabupaten Fakfak ini, kemandirian pangan yang sejati adalah ketika masyarakat mampu berdaulat dengan mengonsumsi dan memproduksi tanaman pokok asli daerahnya sendiri.

​Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah menyerahkan bantuan simbolis kepada dua kelompok tani di Kampung Kinam. Namun, Donatus memberikan peringatan keras agar bantuan tersebut digunakan secara bertanggung jawab. Dia menekankan tiga syarat utama bagi kelompok tani, yakni memiliki struktur yang jelas, wajib memiliki rekening kelompok dan kelompok harus tetap aktif berproduksi, bukan kelompok yang dibentuk hanya untuk mendapatkan bantuan sesaat.

​”Saya ingin kelompok yang alami dan terdaftar dalam sistem. Jangan sampai kelompok ini dibuat-buat. Saat pimpinan memanggil, kelompoknya harus siap dan orang-orangnya memang ada bekerja di lapangan,” tegasnya menutup arahannya.(Enrico Letsoin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *