PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Pemerintah Kabupaten Fakfak tengah bersiap menyambut gelombang investasi besar di sektor minyak dan gas bumi (migas). Tidak tanggung-tanggung, Fakfak diproyeksikan memiliki cadangan migas raksasa yang tersebar di empat sumber potensial yakni Blok Gaea, Gaea II, Blok Drawa dan Lapangan Ubadari, yang jauh melampaui cadangan daerah tetangga (Bintuni).
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., dalam pertemuan strategis bersama para tokoh masyarakat guna membahas dukungan percepatan investasi sektor Migas, khususnya melalui pelaksanaan survei seismik di wilayah Arguni, Blok Gaea dan Gaee II, yang berlangsung di gedung Winder Tuare, Jumat (22/05/2026).
Dalam paparannya dihadapan Forkopimda, Pimpinan DPRK Fakfak, sekda, Kepada OPD, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama, Bupati Samaun Dahlan, mengungkapkan bahwa salah satu investor, yakni perusahaan MEDWEST, yang telah telah menandatangani kontrak migas dengan pemerintah pusat sejak 1 Agustus 2025 lalu. Perusahaan tersebut dijadwalkan segera melakukan kegiatan survei hingga tahapan seismik di Blok Gaea dan Gaea 2.
”Pihak perusahaan sudah datang menemui pemerintah daerah untuk meminta izin memulai kajian lapangan. Setelah pertemuan dan kesepakatan bersama masyarakat ini selesai, saya akan segera mengirimkan surat resmi agar mereka bisa langsung bergerak di lapangan,” ujar Bupati.
Berdasarkan data awal yang dipaparkan, potensi di Blok GAEA terbilang sangat fantastis. Blok GAEA 1 yang membentang dari wilayah Wartutin hingga Karas diperkirakan memiliki cadangan sekitar 78,8 triliun kaki kubik (atau diproyeksikan bernilai Rp76,8 triliun.
Sementara itu, Blok GAEA 2 yang membentang dari Karas hingga perbatasan Kaimana memiliki potensi cadangan mencapai 35,1 triliun kaki kubik. Bupati membandingkan potensi ini dengan Kabupaten Teluk Bintuni yang selama ini dikenal sebagai lumbung migas di Papua Barat.
Pertemuan Strategis Bersama Para Tokoh Masyarakat Guna Membahas Dukungan Percepatan Investasi Sektor Migas, Khususnya Melalui Pelaksanaan Survei Seismik di Wilayah Arguni, Blok Gaea dan Gaee II, yang berlangsung di gedung Winder Tuare. Jumat (22/05/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.
“Sebagai gambaran, Bintuni memiliki cadangan migas sekitar 17,2 triliun kaki kubik. Sementara di Fakfak, GAEA 1 saja sudah jauh di atas itu,” jelasnya di hadapan para tokoh masyarakat.
Selain Blok GAEA 1 dan Gaea 2, Kabupaten Fakfak masih memiliki dua sumber migas menjanjikan lainnya, yaitu Blok Prawa yang saat ini cadangannya sedang dalam proses kajian mendalam, serta Lapangan Ubadari yang kondisinya sudah siap berjalan.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan pentingnya menjaga kondusifitas wilayah agar seluruh proses investasi ini berjalan lancar. Jika pemasangan pipa menuju kilang LNG Tangguh dari Lapangan Ubadari berjalan sesuai rencana, Fakfak ditargetkan sudah bisa memulai produksi pada tahun 2027.
Bupati berharap, masuknya investasi berskala besar ini dapat memberikan dampak domino yang positif bagi kesejahteraan masyarakat lokal melalui peningkatan Dana Bagi Hasil (DBH).
”Jika produksi sudah berjalan pada 2027, Kabupaten Fakfak secara resmi masuk dalam kategori daerah penghasil. Dengan demikian, Dana Bagi Hasil (DBH) yang kita peroleh akan meningkat tajam, dan modal itulah yang akan kita gunakan sepenuhnya untuk menggenjot pembangunan daerah,” tutup Bupati optimistis. (Enrico)













