Papua Barat

Buronan Polisi Paling Dicari di Papua Barat, Mereka Tembak Anggota TNI, 1 Meninggal

438
×

Buronan Polisi Paling Dicari di Papua Barat, Mereka Tembak Anggota TNI, 1 Meninggal

Sebarkan artikel ini

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Kepolisian Daerah (Polda)Papua Barat  baru saja merilis borunan polisi yang paling dicari. 11 nama yang diburu lantaran menembak anggota TNI, tiga luka dan satu meninggal dunia.

“Dari hasil pemeriksaan saksi saksi dan olah tempat kejadian keterangan yang diperoleh ada 11 nama yang merupakan dari hasil keterangan penyidik pemeriksaan semua adalah DPO pelaku penembakan tersebut yang menyebabkan gugurnya satu personel TNI  di Sorong Selatan,” jelas Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes  Pol Adam Erwindi SIK, MH kepada wartawan di Inggandi Beach Restoran Manokwari Papua Barat, Kamis (24/2/2022).

Kabid Humas mengatakan, Polda Papua Barat akan segera menyebar nama dan wajah mereka ke seantero Papua Barat.

“Mulai hari ini Polda Papua Barat beserta jajaran  menyebarkan lembaran DPO kepada seluruh wilayah Papua Barat, bagi masyarakat yang melihat  bisa menghubungi nomor  110 atau nomor kontak yang ada di lembaran DPO ,agar ditindak lanjuti jajaran kepolisian Polda Papua Barat,” ucap Kabid Humas.

Lanjut Kabid Humas, adapun nama para pelaku adalah: Arnoldus Jansen Kocu pelaku ini hampir sama dengan pelaku penembakan pertama,  Wamen, Manuel Aimau,  Chusme Aitief , Sepnat Fatem,  Zakarias Kamat, Rendy fatem , Hamelus Assem (Ham assem) ,Vincen Frabuku , Thomas Assem (Tom Assem), Libertus Assem.

“Dari hasil pemeriksaan mereka memang masih sama dengan personel pelaku penembakan sebelumnya di Pos Persiapan Koramil Kisor Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat  sebagian besar mereka adalah personel dari militan KNPB Maybrat,” tutur Kabid Humas.

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam erwindi SIK, MH, Rabu (24/2/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

Kepada warga Papua Barat Kabid Humas mengatakan, juka ada yang melihat dan mengetahui keberadaan 11 orang DPO itu dimohon bantuannya segera menghubungi pihak kepolisian untuk ke-11 bisa ditangkap dan dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya secara hokum.

‘’Kepada keluarga yang mengetahui atau menyembunyikan tersangka  saya himbau tidak ada yang membantu menyembunyikan tersangka karena itu ada pasal tindak pidananya ,” tegas Kabid Humas.

Kombes Pol. Adam Erwindi merilis ini saat coffee morning bersama insan pers siang merincikan,  bahwa kejadian para buronan itu diduga kuat melakukan penembakan terhadap anggota TNI AD Yon Zipur 20/PPA yang memperbaiki jembatan penghubung kampung Kamat dan Kampung Faat Kahrio yang menyebabkan gugurnya satu prajurit TNI AD dan 3 prajurit lainnya terluka pada 20 Januari 2022.(tam)

Pesan layanan masyarakat ini dipersembahkan papuadalamberita.com. DISAIN: JAMALUDDIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *