PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Kapolres Fakfak AKBP Hendriyana, menekankan pentingnya kolaborasi dan tertib administrasi bagi para petani lokal guna mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto, Hal ini disampaikannya saat bersama Bupati Fakfak Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik serta Dandim 1803/Fakfak dan jajaran Kepala OPD terkait dalam menghadiri panen padi gogo di Kampung Kinam, Distrik Kokas, Sabtu (27/12/2025).
Dalam arahannya didepan petani padi dan jajaran OPD terkait, Kapolres AKBP Hendriyana, menyarankan agar para petani yang selama ini masih bekerja secara mandiri atau perorangan segera membentuk Kelompok Tani. Menurutnya, langkah ini merupakan kunci utama agar para petani bisa mengakses bantuan dari negara.
”Negara memberikan bantuan itu atas nama kelompok tani. Daripada membiayai sendiri, lebih baik buat kelompok tani bersama keluarga atau tetangga,” ujar Kapolres, di Kinam.
Kapolres juga menginstruksikan jajaran, Kasat Binmas untuk proaktif membantu masyarakat dalam pengurusan administrasi kelompok tani. Dia berharap keberhasilan petani seperti Pak Kamal Weripang dapat menjadi contoh yang terus dikembangkan atau “getuk tular” bagi warga lainnya.
”Saya minta Kasat Binmas tolong dibantu terkait administrasinya, supaya semangat ketahanan pangan ini bisa terus digelorakan,” tegasnya.
Selain masalah administrasi, Kapolres menyoroti pentingnya peran pendampingan dari akademisi dan peneliti, seperti tim dari IPB melalui Ekspedisi Patriot maupun Sekolah Peternakan Rakyat (SPR). Kehadiran para fasilitator ini dinilai sangat vital untuk menjembatani kesenjangan antara masyarakat dengan pemerintah.
Kapolres menjelaskan bahwa para pendamping ini memiliki tugas mulia, salah satunya menjaga petani dari jeratan tengkulak. ”Peran fasilitator adalah memberikan pendampingan. Contohnya, membantu petani mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke bank. Banyak petani hebat tapi kesulitan mengisi administrasi bank, di situlah peran pendamping,” jelas Kapolres yang juga sempat mengenang pengalamannya sebagai peneliti pada tahun 1984.
Lebih lanjut, Kapolres mendorong adanya uji unsur hara tanah (soil test) untuk menentukan komoditas yang paling cocok ditanam di wilayah tertentu, seperti di kawasan Weri. Hendriyana, berharap akan ada pilot project atau proyek percontohan yang sukses sehingga hasilnya bisa optimal dan menyebar ke wilayah lain di Fakfak.
”Kita ingin produksi masyarakat betul-betul optimal. Melalui pilot project ini, nanti keberhasilannya akan menyebar ke yang lain,” pungkasnya diiringi kelakar bahwa dirinya sudah tampak seperti Kepala Dinas Pertanian karena penguasaannya terhadap masalah teknis di lapangan. (Enrico Letsoin)













